3 Bangunan Baru RSUD Buton Selatan, Jadi Langkah Strategis Pelayanan Kesehatan

“PEMBANGUNAN TIGA GEDUNG BARU RSUD BUTON SELATAN TARGETKAN PELAYANAN MAKSIMAL: TANPA RUJUK KE LUAR WILAYAH”

SPIONNEWS, BATAUGA – Pembangunan sarana fisik yang sedang berlangsung di RSUD Kabupaten Buton Selatan menjadi langkah strategis utama dalam memaksimalkan pelayanan publik kesehatan yang utuh, menyeluruh, dan berkualitas tinggi. Hal ini merupakan aspek penting yang tidak terpisahkan dari upaya memenuhi kebutuhan hidup dan keselamatan masyarakat Kabupaten Buton Selatan.

Menanggapi perkembangan proyek tersebut, Penjabat Kepala RSUD Kabupaten Buton Selatan, dr. Denri Bramanti, memberikan keterangan rinci terkait progres dan rencana ke depannya. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga unit bangunan yang sedang dikerjakan dengan durasi pengerjaan yang berbeda-beda. Ada yang berjangka waktu 120 hari, namun ada juga yang mencapai 150 hari atau sekitar lima bulan. Perjanjian kontrak baru saja ditandatangani pada tanggal 21 Juli lalu, di mana salah satu bangunan baru dimulai dua minggu yang lalu.

“Saat ini, progres pembangunan ketiga bangunan tersebut telah mencapai angka 15-20 persen. Kondisi fisiknya, sebagian sudah selesai tahap pondasi, sementara satu bangunan tipe satu lantai bahkan sudah memasuki tahap pembangunan tembok,” jelas dr. Denri.

Peralatan Canggih dari Kemenkes dengan Garansi 7 Tahun
Terkait kelengkapan fasilitas, dr. Denri memastikan bahwa seluruh peralatan medis yang akan menjadi aset daerah ini akan disuplai langsung oleh Kementerian Kesehatan RI. Keunggulannya, peralatan ini disertai jaminan pemeliharaan (maintenance) selama tujuh tahun dan pengawasan langsung dari pihak pusat. Selain alat, Kementerian juga akan menggelar pelatihan teknis khusus bagi para pegawai rumah sakit agar mampu mengoperasikan peralatan canggih tersebut secara profesional.

Persiapan SDM: Tambahan Dokter, Dokter Spesialis dan Tenaga Medis
Pembangunan fisik dan alat juga dibarengi dengan persiapan sumber daya manusia yang matang. Setelah bangunan rampung, RSUD diproyeksikan membutuhkan tambahan sekitar empat dokter spesialis. Saat ini, beberapa dokter ASN asli Buton Selatan sedang menempuh pendidikan spesialisasi dan dijadwalkan lulus tahun depan, sementara yang lain sedang dalam proses peningkatan kompetensi.

“Kita menargetkan kehadiran Dokter Spesialis Saraf, Jantung, Radiologi, serta spesialis pendukung lainnya. Khususnya Dokter Saraf dan Radiologi diperkirakan selesai studi tahun depan, sedangkan Dokter Spesialis Jantung masih dalam proses pendidikan,” ungkapnya.

Selain spesialis, akan ditambah pula dokter umum dan tenaga medis lain yang diatur dengan sistem kerja tiga shift (8 jam per giliran) agar pelayanan berjalan terus menerus, yang siap siaga 24 jam penuh dengan sistem bergantian. Secara keseluruhan, untuk ketiga gedung baru ini diperkirakan akan menyerap tenaga medis baru dengan jumlah yang tidak sedikit. Hal ini sejalan dengan luasnya bangunan dan banyaknya peralatan canggih yang akan dioperasikan.

Misi Besar: Hapus Ketergantungan Rujukan Luar Daerah
Pencapaian terbesar dari proyek ini nantinya adalah masyarakat Kabupaten Buton Selatan tidak lagi perlu dirujuk ke rumah sakit di luar daerah untuk penanganan penyakit berat seperti jantung, stroke, maupun kasus-kasus yang memerlukan pemeriksaan canggih. RSUD Buton Selatan dipersiapkan menjadi pusat layanan rujukan utama yang mandiri, lengkap, dan berdaya saing tinggi di wilayah ini. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *