SPIONNEWS.ID, BAUBAU - MIS Al-Hikmah terus berupaya mengembangkan potensi peserta didik tidak hanya melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler yang mampu membentuk karakter, kedisiplinan, kreativitas, kerja sama, serta rasa percaya diri siswa. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari upaya tersebut adalah Marching Band MIS Al-Hikmah.
Hal itu diungkapkan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Al-Hikmah Kota Baubau, La Darman, SE kepada wartawan spionnews.id yang ditemui di ruang kerjanya di Jalan Bakti ABRI Poros Medibrata Kelurahan Bukit Wolio Indah Kecamatan Wolio, belum lama ini.

Sejarah Marching Band MIS Al-Hikmah
Lebih lanjut, dirinya mengungkapkan bahwa, Pembentukan Marching Band MIS Al-Hikmah dilatarbelakangi oleh keinginan madrasah untuk menyediakan wadah bagi siswa dalam mengembangkan bakat dan minat di bidang seni musik. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk inovasi pendidikan yang memadukan unsur musik, seni, kedisiplinan, olahraga, dan kerja sama tim.
"Pada awal perkembangannya, kegiatan Marching Band diarahkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal berbagai alat musik, belajar memainkan alat musik secara bersama-sama, serta memahami pentingnya kekompakan dalam sebuah kelompok," ujarnya.
Seiring dengan perkembangan kegiatan, lanjutnya, Marching Band MIS Al-Hikmah diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan latihan musik, tetapi berkembang menjadi salah satu identitas dan kebanggaan madrasah.
"Penampilan Marching Band dapat menjadi bagian dari berbagai kegiatan sekolah maupun kegiatan masyarakat, seperti upacara, penyambutan tamu, peringatan hari besar nasional, kegiatan keagamaan, dan berbagai acara lainnya," imbuhnya.
Menurutnya, keberadaan Marching Band juga menunjukkan komitmen MIS Al-Hikmah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkembang sesuai dengan bakat dan potensi yang mereka miliki.
Tujuan Pembentukan Marching Band
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, Marching Band MIS Al-Hikmah memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
Pertama; Mengembangkan bakat dan minat siswa dalam bidang seni musik.
Kedua; Meningkatkan kedisiplinan siswa melalui kegiatan latihan yang teratur dan terjadwal.
Ketiga; Membentuk karakter dan tanggung jawab, karena setiap anggota memiliki peran yang harus dilaksanakan dengan baik.
Keempat; Meningkatkan kerja sama dan kekompakan, karena permainan Marching Band membutuhkan koordinasi antara seluruh anggota.
Kelima; Meningkatkan rasa percaya diri siswa melalui latihan dan kesempatan tampil di depan masyarakat.
Keenam; Menumbuhkan kreativitas dalam bidang seni, musik, gerak, dan penampilan.
Ketujuh; Menanamkan sikap pantang menyerah, karena keterampilan Marching Band membutuhkan latihan yang konsisten dan berkelanjutan.
Kedelapan; Meningkatkan citra dan prestasi madrasah melalui penampilan maupun keikutsertaan dalam berbagai kegiatan dan perlombaan.
Manfaat bagi Peserta Didik
Menurut alumni Universitas Darussalam Kota Ambon, Keberadaan Marching Band memberikan banyak manfaat bagi perkembangan peserta didik. Dalam kegiatan latihan, siswa belajar bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemampuan bekerja sama dengan orang lain.
"Latihan Marching Band juga mengajarkan siswa untuk disiplin terhadap waktu, mengikuti instruksi, menjaga kekompakan, bertanggung jawab terhadap alat yang digunakan, serta menghargai anggota lainnya," jelasnya.
Dari sisi psikologis, masih kata Darman, kegiatan ini dapat membantu meningkatkan keberanian dan kepercayaan diri siswa. "Anak yang pada awalnya merasa malu atau kurang percaya diri dapat memperoleh pengalaman tampil di hadapan orang lain sehingga secara bertahap menjadi lebih berani," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Darman, kegiatan Marching Band dapat menjadi sarana untuk menyalurkan energi dan kreativitas siswa secara positif. "Musik dan aktivitas fisik yang dilakukan dalam latihan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman pendidikan di luar ruang kelas," ucapnya.
Marching Band sebagai Sarana Pendidikan Karakter
Lebih dari sekadar kegiatan musik, masih kata Darman, Marching Band MIS Al-Hikmah dapat menjadi salah satu sarana pendidikan karakter. "Setiap anggota dituntut untuk mematuhi aturan, hadir tepat waktu, menjaga kekompakan, menghormati pelatih dan pembina, serta bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing," tegasnya.
Menurutnya, nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kerja sama, kepemimpinan, sportivitas, kreativitas, dan percaya diri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses latihan.
"Dengan demikian, kegiatan Marching Band memiliki hubungan yang erat dengan tujuan pendidikan madrasah dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, keterampilan sosial, dan kemampuan mengembangkan potensi dirinya," ungkapnya.
Harapan ke Depan
Lebih jauh, dirinya menambahkan, ke depan, Marching Band MIS Al-Hikmah diharapkan dapat terus berkembang menjadi kegiatan ekstrakurikuler yang semakin berkualitas. "Dukungan dari kami sebagai kepala madrasah, guru, pembina, orang tua, dan masyarakat sangat diperlukan agar kegiatan ini dapat berjalan secara berkelanjutan," harapnya.
Menurutnya, dengan latihan yang terarah, pembinaan yang konsisten, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai, Marching Band MIS Al-Hikmah diharapkan mampu melahirkan siswa-siswa yang berbakat, disiplin, percaya diri, kreatif, dan mampu bekerja sama.
"Pada akhirnya, Marching Band bukan hanya tentang menghasilkan suara musik yang harmonis, tetapi juga tentang membangun manusia yang harmonis dalam sikap, karakter, dan dalam kehidupan bermasyarakat," demikian Darman. (RAL)
Marching Band MIS Al-Hikmah — Berkarya, Berdisiplin, Kompak, dan Berprestasi.

Editor: Rusly, S.Mn.

