SPIONNEWS.ID, MALUKU – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus memperkuat upaya menekan angka kematian ibu dan bayi melalui berbagai program kesehatan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyediaan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) bagi ibu hamil, khususnya yang berasal dari wilayah sulit dijangkau.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru, H. Muhardin Muin, SKM., M.K.M., menjelaskan bahwa RTK diperuntukkan bagi ibu hamil yang akan menjalani persalinan, terutama mereka yang memiliki faktor risiko dan tinggal di desa atau wilayah dengan keterbatasan akses transportasi.
“Rumah tunggu ini merupakan salah satu strategi efektif untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta mengurangi risiko keterlambatan penanganan ketika terjadi kondisi darurat,” jelas Muhardin kepada media ini, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, ibu hamil dapat menempati rumah tunggu sekitar tujuh hari sebelum persalinan dan tujuh hari setelah melahirkan. Dengan demikian, ibu hamil tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh dari desa menuju fasilitas kesehatan ketika waktu persalinan semakin dekat.
Keberadaan RTK juga memungkinkan kondisi ibu hamil dipantau lebih intensif karena lokasinya berada dekat dengan fasilitas pelayanan kesehatan. Hal ini dinilai penting untuk mengantisipasi apabila sewaktu-waktu terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan medis segera.
Muhardin mengatakan masih terdapat ibu hamil dari wilayah sulit yang terkadang enggan dirujuk ke rumah sakit. Faktor penyebabnya antara lain tidak memiliki tempat tinggal sementara di Kota Dobo, keterbatasan biaya makan dan minum, serta biaya transportasi.
Karena itu, RTK disiapkan bukan sekadar sebagai tempat tinggal sementara. Fasilitas tersebut juga memberikan dukungan makan dan minum bagi pasien serta dua orang pendamping selama menjalani perawatan di rumah sakit.
Editor : EB
Dukungan transportasi juga diberikan untuk perjalanan pasien dari desa menuju Kota Dobo maupun perjalanan kembali ke desa sesuai dengan ketentuan program.
Rumah Tunggu Kelahiran Kabupaten Kepulauan Aru berada di samping Rumah Sakit Cenderawasih Dobo. Lokasi tersebut dinilai strategis karena memungkinkan ibu hamil memperoleh akses lebih cepat menuju fasilitas kesehatan.
Program tersebut menggunakan dukungan anggaran kesehatan nonfisik Tahun Anggaran 2026. Pemerintah daerah berharap masyarakat, terutama ibu hamil dari wilayah dengan kendala jarak dan transportasi, dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.
“Harapannya, tidak ada lagi ibu hamil yang terlambat mendapatkan pertolongan hanya karena persoalan jarak, tempat tinggal sementara maupun biaya transportasi,” pungkas Muhardin.

