RAKOR PENANGGULANGAN BENCANA: BUTON SELATAN WASPADAI GEMPA, EL NINO, DAN ANCAMAN IKLIM

SPIONNEWS, BATAUGA, — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi Kerja Sama Antar Lembaga dan Kemitraan Penanggulangan Bencana, Jumat (25/9/2026). Mengusung tema “Memperkuat Sinergi, Membangun Kolaborasi, dan Mewujudkan Buton Selatan yang Tangguh Bencana”, kegiatan ini menguraikan berbagai ancaman yang perlu diwaspadai warga mulai dari gempa bumi, iklim ekstrem, hingga dampak bencana dari wilayah lain.

Dalam pemaparannya, Kepala BMKG Kota Baubau Adi Istiono menjelaskan bahwa bahaya bencana tidak selalu terjadi di lokasi itu sendiri dampaknya dapat menjangkau wilayah lain. Sebagai contoh, letusan gunung berapi menghasilkan abu vulkanik yang dapat menyebabkan penyakit ISPA, mengganggu penerbangan, dan menyebar mengikuti arah angin ke tempat yang jauh.

“Demikian pula gempa bumi yang terjadi di wilayah lain, seperti gempa berkekuatan 7,7 magnitudo di Laut Flores bulan lalu, dapat memicu guncangan dan potensi tsunami yang menjangkau perairan Buton Selatan karena posisinya yang langsung berhadapan dengan laut” Ujarnya. Di Aula Kantor Bupati Buton Selatan.

Menurut, Pulau Buton dilintasi oleh Sesar Buton, yang menjadi sumber potensi gempa bumi. Beberapa gempa kecil yang dirasakan warga belakangan ini merupakan indikasi pergerakan sesar tersebut.

“Gempa bumi tidak dapat diprediksi kapan tepatnya datang. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan pemahaman tanda-tanda serta cara menyelamatkan diri adalah hal yang paling penting kita miliki,” tegas pemateri.

Pola Hujan & Musim: Waspada Peralihan dan Angin Kencang, Pola hujan di Buton Selatan mengikuti sistem monsun,

  • Musim Kemarau berlangsung kira-kira April–Oktober, dengan puncak curah hujan terendah pada Agustus–Oktober.
  • Musim Hujan biasanya terjadi November–April, dengan puncak curah hujan pada Desember–Januari.

“Pada masa peralihan musim (kemarau ke hujan), risiko bencana meningkat: angin puting beliung, petir, angin kencang di pesisir, hingga gelombang laut tinggi. Kecepatan angin dapat mencapai lebih dari 25 knot, berpotensi merusak bangunan dan mengganggu aktivitas nelayan” Ungkap Kepala BMKG Baubau.

Kata Adi, Saat musim hujan tiba, potensi banjir, tanah longsor, dan banjir bandang menjadi perhatian utama. El Nino 2026: Anomali Iklim Perpanjang Kemarau, Tahun 2026, pola iklim dipengaruhi El Nino yang tergolong kuat indeksnya mencapai 2,8 pada Agustus–September. Dampaknya:

  • Musim kemarau lebih panjang dan kering dari biasanya
  • Awal musim hujan diperkirakan terlambat, masuk sekitar pertengahan hingga akhir Desember 2026
  • Kekeringan meluas, curah hujan sangat minim sejak Juni 2026
  • Meningkatnya risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
  • Asap kebakaran dapat memicu penyakit saluran pernapasan (ISPA) yang berbahaya bagi paru-paru

Kepala Stasiun Meteorologi Betoambari Baubau, Adi Istiono, mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan akses informasi:

“Aplikasi Info BMKG dapat diunduh secara gratis di gawai. Di dalamnya tersedia prakiraan cuaca, iklim, gempa bumi, kebakaran hutan, hingga peringatan dini maritim hingga tingkat kelurahan. Warga dapat memantau informasi ini secara mandiri dan bersiap lebih awal.”jelasnya.

Ia Menambahkan, Sinergi Kunci Kesiapsiagaan, Rakor ini menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan tugas satu lembaga saja. Pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh masyarakat, hingga setiap warga memiliki peran. Dengan informasi yang tepat, kesiapan yang baik, dan gotong royong yang kuat, Buton Selatan dapat menjadi wilayah yang tangguh menghadapi segala kemungkinan.

“Bencana tidak dapat dicegah sepenuhnya, tetapi kerugian dapat diminimalisir jika kita bersiap, waspada, dan saling mengingatkan,” pesan penutup kegiatan.

Kegiatan ini di hadiri langsung Oleh Sekda Buton Selatan, Dinas Kominfo Buton Selatan, dan beberapa Kepala OPD lingkup koordinasi, TNI polri serta Basarnas Kota Baubau. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *