KEPALA DINAS KETAHANAN PANGAN SADIDI KUNJUNGI BUSOA, OPTIMALKAN PEKARANGAN WARGA JADI SENTRA PRODUKSI CABAI

SPIONNEWS, BATAUGA — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Selatan, Sadidi, melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Busoa, Kecamatan Batauga, guna memperkuat sinergi dengan pemerintah kelurahan dalam rangka mengembangkan budidaya cabai sebagai salah satu program unggulan Bupati Buton Selatan. Kedatangan Kepala Dinas disambut langsung oleh Lurah Busoa, Andriani., beserta perangkat kelurahan dan perwakilan warga, dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh harapan.

Yang menjadi keunggulan sekaligus keistimewaan program di Kelurahan Busoa ini adalah pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga yang selama ini belum dimanfaatkan atau hanya dimanfaatkan sebagian. Tidak perlu lahan luas yang baru dibuka, melainkan mengubah halaman rumah yang kosong dan terabaikan menjadi lahan produktif yang menghasilkan pendapatan bagi keluarga masing-masing.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sadidi, menyampaikan bahwa konsep ini sangat strategis dan patut dicontoh, “Pemanfaatan pekarangan warga yang tidak terpakai adalah langkah yang sangat cerdas dan tepat sasaran. Tanpa membutuhkan biaya sewa lahan, setiap rumah tangga bisa ikut berperan serta sekaligus menambah penghasilan keluarga. Inilah yang dimaksud dengan ketahanan pangan berbasis masyarakat dimulai dari rumah masing-masing, dikelola oleh keluarga sendiri, dan hasilnya langsung dirasakan oleh warga,” ujar Sadidi.

Pihak dinas akan memfasilitasi penyediaan bibit unggul, pelatihan teknis sederhana, serta pendampingan rutin agar tanaman tumbuh sehat dan menghasilkan panen yang melimpah. Konsep ini juga diharapkan dapat menekan biaya hidup keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan dari penjualan kelebihan hasil panen di pasar lokal.

Ketika temui Lurah Busoa, Andriani, menyambut hangat dan memastikan kesiapan warganya, “Selama ini banyak halaman rumah warga kita yang luasnya cukup memadai, namun sebagian besar hanya ditumbuhi rumput atau bahkan dibiarkan kosong. Melalui program ini, lahan-lahan tersebut akan kita ubah menjadi kebun cabai yang produktif. Setiap warga cukup menanam di pekarangan sendiri, merawatnya sendiri, dan hasilnya sepenuhnya milik keluarga.”ungkapnya. Senin, 12/10/2026.

“Masyarakat Busoa sangat antusias. Konsep ini tidak memberatkan warga, justru menguntungkan semua pihak. Kami akan mendata setiap rumah yang memiliki lahan kosong, membentuk kelompok tani sederhana antarwarga, dan memastikan pendampingan berjalan sampai panen. Semoga langkah kecil ini perlahan menjadikan Busoa sebagai salah satu penyuplai cabai terbesar di Buton Selatan,” ungkap Andriani, dengan penuh semangat.

Pertemuan ditutup dengan rencana tindak lanjut: pendataan lahan pekarangan, pembagian bibit, dan pelatihan budidaya yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Semangat warga Busoa memanfaatkan apa yang sudah dimiliki menjadi sesuatu yang bermanfaat, menjadi bukti bahwa kemandirian pangan dapat dimulai dari halaman rumah kita sendiri. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *