“DINAS KETAHANAN PANGAN & DINAS PENDIDIKAN BUTON SELATAN LUNCURKAN “KEBUN SEKOLAH”, SMPN 6 BATAUGA JADI PUSAT EDUKASI PERTANIAN CABAI”

SPIONNEWS, BATAUGA— Sebuah terobosan baru dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan minat bertani dan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda, diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Selatan. Program unggulan ini menjadikan proyek penanaman cabai di Kelurahan Busoa sebagai salah satu ruang praktik nyata, dengan melibatkan secara aktif siswa-siswi SMP Negeri 6 Batauga yang dipimpin oleh Plt. Kepala Sekolah, Yamin.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Selatan, Sadidi, beserta jajarannya, melakukan kunjungan kerja langsung ke SMP Negeri 6 Batauga untuk mematangkan rencana pelaksanaan program tersebut. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Plt. Kepala Sekolah, guru-guru, serta perwakilan siswa. Dalam pertemuan tersebut, dibahas teknis pelaksanaan penanaman, pembagian tugas, serta jadwal pendampingan yang akan dilakukan secara berkala oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sadidi, menjelaskan makna luas dari kolaborasi ini, “Program Kebun Sekolah ini bukan sekadar menanam cabai di halaman sekolah semata. Kami ingin membentuk tim edukasi yang berkelanjutan, sehingga para siswa SMP kita tidak hanya pintar di kelas, tetapi juga memiliki keterampilan hidup dan jiwa wirausaha pertanian. Kami mencetak ‘Petani Muda Buton Selatan’ generasi yang bangga menjadi petani, memahami pentingnya pangan, dan kelak menjadi pelaku utama pembangunan pangan di daerahnya sendiri,” ujar Sadidi.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor ini melibatkan tiga pilar utama, Dinas Ketahanan Pangan sebagai pendampingan teknis, dan edukasi; Dinas Pendidikan, Sekolah sebagai penyedia bibit yang mengintegrasikan kegiatan ke dalam muatan pembelajaran sekolah, serta Pemerintah Kelurahan Busoa yang turut mendukung keterlibatan masyarakat dan pemanfaatan lahan pekarangan warga sebagai perpanjangan tangan program ini.
Plt. Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Batauga, Yamin, menyambut sangat antusias inisiatif ini sekaligus menambahkan dimensi lingkungan dalam program tersebut, “Kami sangat menyambut baik dan bangga sekolah kami dipercaya menjadi mitra strategis program ini. Bagi kami, ini adalah pembelajaran yang sangat berharga. Siswa akan belajar langsung dari para ahli, mempraktikkan apa yang mereka pelajari, dan melihat hasilnya tumbuh di depan mata mereka.”ujarnya.
“Selain itu, program ini juga sejalan dengan kolaborasi kami bersama Dinas Lingkungan Hidup, di mana siswa belajar mengelola sampah organik menjadi pupuk alami yang menyuburkan tanaman. Jadi konsepnya terintegrasi lingkungan terjaga, sampah bermanfaat, dan tanaman tumbuh subur secara alami. Semoga ke depan lahir bibit-bibit petani muda yang tidak hanya tangguh bertani, tetapi juga peduli lingkungan,” ungkapnya.Senin, 12/10/2026.
Pemerintah Kelurahan Busoa juga memberikan dukungan penuh. Lurah Busoa, Andriani, menyatakan kesiapannya agar lingkungan masyarakat turut mendampingi siswa-siswa dalam mempraktikkan ilmu yang diperoleh di kebun sekolah ke lingkungan rumah masing-masing. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga menyebar ke pekarangan rumah warga.
Langkah awal yang akan segera dilaksanakan meliputi penyiapan lahan di lingkungan sekolah, pembagian bibit unggul cabai, penyuluhan budidaya dan pengelolaan pupuk organik dari sampah, serta pembentukan kelompok siswa pengelola kebun sekolah. Dinas Ketahanan Pangan berkomitmen untuk terus mendampingi dari proses penanaman hingga masa panen, sehingga para siswa dapat memahami utuh siklus budidaya cabai yang baik dan benar, sekaligus menerapkan prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran sejak dini di kalangan generasi muda bahwa pertanian adalah profesi yang mulia, penting, dan menjanjikan, serta menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Semangat inilah yang akan menjadi fondasi kuat terwujudnya kemandirian pangan di Kabupaten Buton Selatan, dimulai dari sekolah, diteruskan ke rumah, dan menjadi kebiasaan yang membudaya di tengah masyarakat luas. (Ha)
Editor : Harryv

