PELATIHAN CAREGIVER POLITEKNIK BAUBAU & BP3MI SULTRA RESMI BERAKHIR, 16 PESERTA SIAP DITEMPAH BEKERJA KE TAIWAN

SPIONNEWS, BAUBAU, 18 Oktober 2026 — Pelatihan Caregiver Perawatan Orang Tua dan Lansia yang diselenggarakan oleh Politeknik Baubau bekerja sama dengan BP3MI Provinsi Sulawesi Tenggara resmi berakhir pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung selama hampir satu bulan penuh ini dimulai sejak tanggal 25 September 2026 dan diikuti oleh 16 orang peserta yang telah melalui serangkaian proses seleksi dan pembekalan materi secara menyeluruh.

Direktur Politeknik Baubau, Asriadi, SKM., M.Kes., dalam arahannya menyampaikan bahwa proses penyelenggaraan pelatihan ini tidak berjalan seketika, melainkan melalui proses yang cukup panjang dengan berbagai dinamika yang dihadapi di sepanjang perjalanannya. Namun berkat kerjasama dan ketekunan semua pihak, seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan lancar, tertib, dan tanpa kendala yang berarti.

Beliau juga menegaskan perubahan besar yang harus dijalankan oleh lembaga pendidikan tinggi saat ini, di mana perguruan tinggi tidak lagi sekadar mencetak lulusan, tetapi wajib memastikan para alumninya dapat terserap di dunia kerja:

“Dulu perguruan tinggi tidak terlalu memikirkan ke mana lulusannya akan bekerja mau kerja atau tidak, itu dianggap urusan pribadi masing-masing. Namun saat ini, tidak boleh lagi seperti itu. Salah satu tugas utama perguruan tinggi adalah bagaimana menyiapkan alumninya agar bisa bekerja. Itulah yang paling penting,” ungkap Direktur Politeknik Baubau, Asriadi, SKM., M.Kes.

Komitmen ini kemudian diwujudkan melalui pembentukan LPK Yayasan Kesehatan Nasional Baubau, sebuah langkah strategis yang dinilai sangat luar biasa untuk memperluas peluang penempatan kerja peserta pelatihan.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan (Pusbangk Diklat) Politeknik Baubau, Dr. Sapril, S.Km., M.Sc., juga menegaskan peran strategis yang dijalankan institusi dalam mendukung masa depan para lulusannya. Menurut beliau, Politeknik Baubau tidak sekadar mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga berkomitmen aktif menciptakan peluang dan lapangan kerja bagi para alumninya melalui berbagai kolaborasi strategis:

“Politeknik Baubau tidak hanya mencetak alumni mahasiswa yang siap pakai. Lebih dari itu, kami bertekad membangun kolaborasi luas agar mampu menciptakan lapangan kerja bagi mahasiswa dan alumni kami. Kami tidak berhenti saat mereka lulus, tetapi terus berupaya membuka pintu-pintu peluang agar keahlian yang telah mereka miliki dapat tersalurkan dengan baik dan membawa manfaat nyata bagi kehidupan mereka ke depan,” ujar Dr. Sapril.

Pernyataan ini menegaskan visi besar institusi menjadi jembatan yang menghubungkan pendidikan dengan peluang nyata, sehingga kehadiran Politeknik Baubau semakin dirasakan dampaknya tidak hanya dari segi ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat dan lulusannya.

Sementara itu, Perwakilan Balai BP3MI Sulawesi Tenggara, Wa Ode Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari program prioritas Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Beliau menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar selesai di tahap pemberian materi, melainkan memiliki jalur penempatan yang jelas:

“Pelatihan ini tidak hanya berhenti pada capaian output bahwa peserta telah memiliki keahlian. Tantangan berikutnya adalah penempatan kerja. Peserta pelatihan ini diproyeksikan akan ditempatkan di luar negeri, khususnya Negara Taiwan. Karena setelah kegiatan ini masih ada kelas lanjutan satu paket dengan pelatihan ini, yaitu pelatihan Bahasa Mandarin,” jelas Sri Wahyuni.

Lebih lanjut dijelaskan, ke-16 peserta ini akan berangkat ke Kendari untuk mengikuti pelatihan lanjutan di STIE 66 Kendari. Selama mengikuti pelatihan bahasa, peserta akan ditempatkan di The Blitz Hotel dan seluruh biaya akomodasi serta kegiatan akan ditanggung penuh oleh Balai BP3MI Sulawesi Tenggara.

Harapan besar disampaikan kepada seluruh peserta: semoga ilmu yang telah diperoleh dapat diserap dan dipraktikkan dengan sebaik-baiknya, sehingga proses penempatan ke luar negeri berjalan lancar dan membawa kesejahteraan bagi keluarga masing-masing.

“Harapannya teman-teman dapat menyerap materi dengan cepat, bekerja di luar negeri dengan lancar, mensejahterakan kebutuhan hidup keluarga, dan bahkan memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan pendidikan. Di luar negeri nanti, selain mendapatkan penghasilan, teman-teman juga berkesempatan menempuh pendidikan yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Di akhir kegiatan, Direktur Politeknik Baubau meminta kepada ke-16 peserta untuk berbagi cerita dan testimoni keberhasilan mereka kelak, karena cerita keberhasilan inilah yang akan menjadi sarana sosialisasi paling kuat bagi generasi berikutnya.

“Kalau nanti kalian sudah sukses di luar negeri, jangan lupa sampaikan terima kasih untuk Politeknik Baubau. Testimoni kalian adalah hal yang paling luar biasa. Cerita kalian akan menjadi penyemangat bagi teman-teman yang ingin mengikuti jejak kalian,” pesannya.

Selamat dan semangat untuk ke-16 peserta pelatihan Caregiver. Semoga langkah kalian ke depan senantiasa diberkahi, sukses, dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *