JAGA WARISAN LELUHUR, KEPULAUAN ARU SUSUN PPKD 2026 LIBATKAN LEMBAGA ADAT DAN GENERASI MUDA

SPIONNEWS.ID, DOBO – Kekayaan budaya masyarakat Kepulauan Aru menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah daerah menggelar forum rancangan awal penyusunan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Tahun 2026.

Forum tersebut diarahkan untuk menggali, mendata, sekaligus mendokumentasikan berbagai kekayaan budaya lokal yang selama ini diwariskan secara turun-temurun.Mulai dari tradisi, adat istiadat, bahasa daerah, kesenian, pengetahuan tradisional hingga berbagai bentuk warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat di Bumi Jargaria.

Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa keberagaman budaya merupakan kekuatan sekaligus identitas yang harus dipertahankan di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, penyusunan PPKD menjadi langkah penting agar kekayaan budaya daerah tidak hanya dikenal oleh generasi saat ini, tetapi juga tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kaidel mengatakan, dokumen PPKD nantinya menjadi salah satu rujukan utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan kebudayaan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Kepulauan Aru.

Karena itu, ia meminta agar penyusunannya tidak hanya mengandalkan data administratif pemerintah, tetapi juga harus menggali langsung realitas budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

“Saya berharap melalui forum rancangan awal ini, seluruh pemangku kepentingan mulai dari jajaran pemerintah, lembaga adat, para budayawan, hingga generasi muda dapat memberikan kontribusi pemikiran, gagasan, dan data yang akurat,” kata Kaidel.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan bottom-up dalam proses penyusunan dokumen tersebut.Dengan pendekatan itu, masyarakat tidak sekadar menjadi objek pendataan, melainkan turut mengambil bagian dalam menentukan arah kebijakan pelestarian dan pengembangan kebudayaan daerah.

Bupati berharap tim penyusun dan OPD terkait mampu memastikan seluruh kekayaan budaya masyarakat Aru terakomodasi secara menyeluruh, mulai dari wilayah Godor Jurin sampai Surun Toi-Toi.

Lebih jauh, Kaidel mengingatkan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Diperlukan langkah nyata agar adat istiadat, bahasa, kesenian, serta pengetahuan tradisional tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Ia juga mendorong agar kebudayaan dapat dikembangkan secara produktif, termasuk melalui keterkaitannya dengan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Melalui penyusunan PPKD 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru diharapkan memiliki peta jalan pembangunan kebudayaan yang lebih terarah, sehingga kekayaan warisan leluhur tetap terjaga sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.

Kaidel pun menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, panitia pelaksana, narasumber, tokoh adat, serta budayawan yang terus berperan menjaga marwah kebudayaan masyarakat Jargaria.

Editor : EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *