
SPIONNEWS.ID, MALUKU – Semangat Nasionalisme menyelimuti wilayah perbatasan ujung timur Indonesia menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melansir pemberitaan resmi dari situs Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Humas Kemenag Kepulauan Aru, Keluarga Besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Aru menggelar aksi heroik bertajuk “Gebyar Merah Putih” pada Minggu 16/8/2026.
Dalam aksi kolaboratif tersebut, Kemenag Kepulauan Aru bersama warga membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 81 meter di Pulau Jedang, Kecamatan Aru Utara, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku. Angka 81 meter ini dipilih secara khusus sebagai simbolisasi usia kemerdekaan Indonesia yang kini menginjak 81 tahun.
Kirab Lintas Pulau di Wilayah Terluar
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Aru, Dr. M. Hanafi Rumatiga, M.Pd. Aksi ini juga mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen aparat dan perwakilan rakyat, di antaranya Kapolsek Aru Utara Ipda La Ali beserta jajaran, serta anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru dari Fraksi PDIP yang turut membaur bersama masyarakat setempat.
Menapaki tilas Perjuangan Komodor Yos Sudarso
Berdasarkan rilis resmi Humas Kemenag Kepulauan Aru, bendera sepanjang puluhan meter tersebut dikirabkan oleh rombongan dari Desa Kolamar menuju Pulau Jedang menggunakan transportasi laut. Pulau Jedang sendiri merupakan salah satu pulau terluar strategis di Indonesia yang berhadapan langsung dengan wilayah perairan Australia.
Pemilihan Pulau Jedang sebagai lokasi pusat kegiatan bukan tanpa alasan. Wilayah ini memiliki nilai historis yang sangat kuat dengan sejarah pertahanan negara, khususnya terkait erat dengan jejak perjuangan Komodor Yos Sudarso saat misi pembebasan Irian Barat sebelum beliau gugur dalam pertempuran Laut Arafura pada 15 Januari 1962 silam.
“Pagi ini kita ingin menapaktilasi kembali sejarah perjuangan bangsa. Dengan membentangkan Merah Putih sepanjang 81 meter di Pulau Jedang, kita ingin mengingat pengorbanan para pendahulu sekaligus meneguhkan bahwa Merah Putih akan selalu berkibar di seluruh pelosok Indonesia,” ungkap Dr. Hanafi Rumatiga saat memberikan keterangan yang dilansir situs resmi Kemenag.

Melalui momentum ini, Kemenag Kepulauan Aru menegaskan bahwa keterbatasan geografis di wilayah pulau terluar sama sekali tidak membatasi komitmen warga perbatasan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dr. Hanafi menambahkan bahwa kehadiran masyarakat sipil dan instansi negara di garda terdepan nusantara membuktikan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk menjaga kedaulatan.
"Kemerdekaan yang kita nikmati adalah warisan perjuangan yang harus kita jaga. Tugas kita adalah mengisinya dengan persatuan, kerja keras, kepedulian, dan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Di Pulau Jedang, Merah Putih berkibar, Indonesia hadir, dan kita semua adalah bagian dari Indonesia," tegasnya.
Aksi pembentangan bendera di pulau terluar ini berhasil menggerakkan solidaritas warga lokal dari sekadar seremonial belaka menjadi ruang nyata dalam memperkuat gotong royong dan nasionalisme di wilayah perbatasan Indonesia-Australia.

Editor : Alfin Hidayat

