SPIONNEWS.ID, BAUBAU — Program Pascasarjana Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara melaksanakan Workshop Pengembangan dan Penyempurnaan Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang melibatkan mahasiswa Angkatan 2025 Program Studi Magister Ilmu Administrasi Negara, Alumni Pascasarjana Unidayan dan berbagai staf utusan dari instansi pemerintah maupun swasta, baik secara offline maupun online dengan sukses atas partisipasi dan kerjasama semua pihak.
Kegiatan yang rencananya berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, mulai pukul 10.30–13.00 WITA tersebut, bertempat di Ruang Kelas Perkuliahan Program Pascasarjana Universitas Dayanu Ikhsanuddin, karena antusiasnya para peserta yang mengajukan pertanyaan kepada pemateri tunggal yang berpengalaman dibidangnya yaitu Bapak Prof. Dr. M. R. Khairul Muluk, M.Si. sehingga acara itu molor hingga pukul 14.30 WITA.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Program Pascasarjana Unidayan Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara, Bapak Prof. Dr. Andi Tenri Machmud, M.Si. Pada kesempatan itu beliau menyampaikan bahwa; “Kegiatan kita dalam workshop pada hari ini tidak lain ditujukan untuk terus melakukan updating, penyegaran, pembaruan terkait dengan kurikulum yang kita laksanakan di Program Pascasarjana di Universitas Dayanu Ikhsanuddin,” tegasnya.
Lebih lanjut, Direktur Program Pascasarjana Unidayan menambahkan; “Kita tahu bahwa perkembangan zaman terus mengalami perubahan yang begitu cepat. Tentu saja kita membutuhkan strategi yang tepat ketika kita ingin merancang bagaimana sebuah program studi bisa melahirkan lulusan yang siap dengan perkembangan yang begitu cepat tadi,” ujarnya.
Nah, masih kata beliau, dalam konteks itulah, kemudian kita mulai mengenal apa yang disebut dengan kurikulum OBE, atau Outcome-Based Education. “Sebetulnya, kurikulum yang semacam ini bukan hal baru. Sebetulnya sudah terus dikembangkan, hanya sekarang ini tantangannya yang luar biasa dalam konteks pasangan itu juga, kurikulum OBE itu terus kita jalankan dan perbarui, sehingga bisa menjawab tantangan-tantangan zaman ini,” jelasnya.
Menurutnya, intinya adalah bahwa kita harus berfokus pada capaian-capaian pembelajaran, atau untuk apa capaian apa yang ingin kita peroleh dari mahasiswa kita ini. Dari situlah kemudian kita merumuskan kurikulum OBE. Terkait dengan itu, seperti yang saya sampaikan tadi, tantangannya yang luar biasa sekarang ini dikonsepnya dengan apa itu… VUCA?
- V-nya Volatility (volatilitas).
- U-nya Uncertainty (ketidakpastian).
- C-nya Complexity (kompleksitas).
- A-nya Ambiguity (ambiguitas/ketidakjelasan).
”Jadi tentunya kan alumni kita itu harus kita rancang capaian pembelajarannya bisa menjawab era-era VUCA tersebut. Saya kira itu konteksnya, ya,” imbuhnya.
Untuk itulah, sehingga pada hari kemarin keluarga besar Program Pascasarjana Unidayan melaksanakan workshop dengan mengundang pemateri yang sangat kompeten di bidang ini. “Kita tentu tidak salah memilih narasumber. Ada Prof. Khairul. Selain beliau dosen senior di bidang Ilmu Administrasi Negara atau Administrasi Publik, Beliau juga menduduki jabatan Ketua IAPA (Indonesian Association for Public Administration) dan juga sekaligus Ketua LAM-SPAR, lembaga akreditasi di bidang ilmu sosial ini,” ungkapnya sembari menambahkan, untuk itu, dirinya mengucapkan terima kasih kepada pemateri.(*)




Liputan: Sdr. RAL
Editor: Rusly, S.Mn.

