LAUNCHING BANTUAN PANGAN BUTON SELATAN: 13100 Warga Dapat Beras Gratis 393.300 Kg Sekali Penyaluran

13110. Penerima, jumlah beras 393.300 kg.

SPIONNEWS, BATAUGA, — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan bersama Perum Bulog Cabang Baubau resmi meluncurkan program penyaluran bantuan pangan beras bagi masyarakat, yang menyasar 70 desa/kelurahan dengan estimasi penerima manfaat mencapai kurang lebih 13100 jiwa.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Buton Selatan, dengan turut hadir Kepala Perum Bulog Cabang Baubau, Ritno, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Penyaluran 30 Kg Gratis, Tanpa Biaya Se Rupiah Pun

Dalam laporannya, Kepala Bulog Cabang Baubau Ritno menjelaskan bahwa alokasi awal direncanakan 10 kg per bulan per penerima, namun berdasarkan hasil rapat, disepakati penyaluran dilakukan satu kali tahap dengan pemberian 30 kg beras medium per keluarga atau setara tiga bulan alokasi sekaligus.

“Jatah alokasi per bulan adalah satu kemasan beras medium isi 10 kg. Namun pelaksanaannya kami lakukan satu kali penyaluran sehingga penerima manfaat langsung menerima 30 kg beras, atau tiga karung sekaligus,” ungkap Ritno.

Ia menegaskan, bantuan ini gratis sepenuhnya. “Penerima manfaat tidak dibebankan biaya satu rupiah pun. Semuanya cuma-cuma, murni bantuan,” tegasnya.

Harga Beras di Pasar Rp 15.000–16.000/kg, Bantuan Jaga Daya Beli

Ritno juga menyampaikan data pantauan harga pangan di wilayah Buton Selatan saat ini, di mana harga beras medium di tingkat konsumen berada di kisaran Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogram.

“Buton Selatan bukan daerah sentra produksi beras, sehingga fluktuasi harga sangat dipengaruhi pasokan dari luar daerah. Di sinilah peran bantuan pangan ini sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat agar tetap bisa mengakses kebutuhan pokok,” ujarnya.

Program ini juga terintegrasi dalam upaya pengendalian harga pangan dan penanganan kelompok masyarakat rentan, dengan data penerima yang dapat dipantau secara real time melalui sistem dashboard digital.

Stok Aman & Cukup, Tetap Waspada Cuaca Kekeringan

Menyikapi kekhawatiran terkait pasokan pangan, Ritno menyampaikan bahwa Bulog Cabang Baubau melayani wilayah 4 Kabupaten dan 1 Kota, termasuk Buton Selatan. Saat ini stok beras di gudang Bulog Baubau tersedia kurang lebih 2.000 ton, sedangkan stok beras yang dikuasai petani lokal di wilayah Sulawesi Tenggara tercatat mencapai 80.000 ton pasca panen tahun 2025–2026.

“Secara stok cukup, bahkan aman. Namun kita tetap perlu waspada terhadap kondisi cuaca yang saat ini mengindikasikan potensi kekeringan di wilayah Sulawesi Tenggara. Hal ini bisa berdampak pada hasil produksi pertanian ke depan, sehingga langkah strategis pengendalian harga dan pasokan harus terus kita lakukan bersama pemerintah daerah,” imbau Ritno.

Harapan Pemanfaatan Tepat Sasaran

Ritno juga meminta dukungan seluruh elemen masyarakat dan aparatur desa agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan konsumsi rumah tangga, bukan diperjualbelikan kembali.

“Tiga karung beras ini jumlahnya cukup besar. Kami berharap masyarakat bijak dalam memanfaatkannya untuk kebutuhan sendiri. Jangan sampai karena jumlahnya sekaligus, kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan bernilai ekonomis yang justru merugikan sasaran jangka panjangnya,” harap Ritno.

Sinergi Pemda & Bulog Demi Kesejahteraan

Bupati Buton Selatan dalam arahannya menyambut baik peluncuran program ini dan memerintahkan seluruh jajaran pemerintah daerah, camat, kepala desa/lurah, serta tim pendamping lapangan untuk berkolaborasi dengan Bulog agar penyaluran berjalan lancar, tepat sasaran, dan transparan.

“Kehadiran bantuan pangan ini bukan sekadar memberi makan, melainkan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat kita. Kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan Bulog adalah kunci agar program ini benar-benar terasa manfaatnya di setiap rumah warga,” ujar Bupati, Jum’at, 11/9/2026. Gedung Lamaindo. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *