
SPIONNEWS, BUTON SELATAN, — Bupati Kabupaten Buton Selatan, H. Muhammad Adios, mendorong perluasan area penanaman cabai sebagai salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui program yang dijalankan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 871/Lamaindo. Dorongan tersebut disampaikan langsung saat beliau meninjau kegiatan pertanian dan peternakan yang dikembangkan oleh satuan tersebut, pada Jumat (9/10/2026).
Kunjungan kerja ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan program ketahanan pangan yang telah dijalankan Yon TP 871/Lamaindo, sekaligus mengidentifikasi berbagai potensi pengembangan produksi pertanian dan peternakan yang dapat dioptimalkan guna mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat di Kabupaten Buton Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Komandan Yon TP 871/Lamaindo, Letkol Inf. Wahyu Dwi Kriswanto, memaparkan secara rinci perkembangan kegiatan pertanian dan peternakan yang telah dilakukan, beserta peluang-peluang pengembangannya ke depan. Ia menjelaskan bahwa berbagai jenis komoditas telah dibudidayakan, mulai dari tanaman sayuran, tanaman buah, hingga pengembangan peternakan dan budidaya ikan yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi ketersediaan pangan di wilayah ini.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama Bupati Buton Selatan dalam kunjungan ini adalah cabai. Beliau menegaskan bahwa perluasan area tanam cabai sangat penting dilakukan, mengingat cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang harganya sering mengalami fluktuasi signifikan di pasar daerah. Dengan semakin luasnya areal penanaman, diharapkan produksi cabai dapat meningkat secara berkelanjutan, sehingga ketersediaan pasokan di pasar lebih terjamin dan harga dapat lebih stabil bagi masyarakat.
Komandan Yon TP 871/Lamaindo, Wahyu Dwi Kriswanto, juga menyampaikan harapannya bahwa program ketahanan pangan yang dikembangkan oleh satuannya ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat umum, tetapi juga dapat berkontribusi secara nyata dalam memenuhi kebutuhan bahan pangan segar dan berkualitas bagi pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini tentunya akan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mendukung keberhasilan program strategis pemerintah pusat yang menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.
Meski memiliki potensi yang sangat besar, pengembangan program ketahanan pangan ini ternyata masih menghadapi salah satu kendala utama, yaitu ketersediaan air. Pasokan air yang memadai sangat dibutuhkan untuk menunjang budidaya ikan menggunakan sistem bioflok yang sedang dikembangkan, sekaligus untuk mengairi kebun sayuran yang saat ini masih dalam tahap pertumbuhan. Tanpa pasokan air yang cukup, pertumbuhan tanaman dan pemeliharaan ikan akan terganggu, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil panen yang diharapkan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya bersama pemerintah daerah akan berupaya mengoptimalkan potensi sumber mata air yang berada di sekitar lokasi kegiatan, guna memenuhi kebutuhan air bagi seluruh kegiatan pertanian dan perikanan yang sedang dikembangkan. Optimalisasi sumber air ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan tanpa terhambat oleh perubahan musim.
Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pengembangan program pertanian dan peternakan yang telah dilakukan oleh Yon TP 871/Lamaindo. Beliau menilai langkah ini sangat positif dan selaras dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan kemandirian pangan. “Saya sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Yon TP 871/Lamaindo. Semoga kegiatan ini terus berkembang, terutama melalui perluasan area tanam cabai, sehingga dapat semakin memperkuat ketahanan pangan kita dan menjamin ketersediaan bahan pangan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Buton Selatan,” ujar Adios.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Buton Selatan didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Buton Selatan, Sadidi, Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan, Nurdin Mardan, serta Kepala Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Mas Udin. Kehadiran para pejabat teknis ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan dukungan teknis yang dibutuhkan guna mendukung keberhasilan program ketahanan pangan yang sinergis antara pemerintah daerah dan satuan Yon TP 871/Lamaindo. (Ha)
Editor : Harry

