SPIONNEWS.ID, DOBO – Sinergi organisasi keagamaan dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong pembangunan Langgar Al-Falah di Desa Gomsey, Kecamatan Sir-Sir, Kabupaten Kepulauan Aru.
Kehadiran rumah ibadah ini diharapkan memperluas akses masyarakat Muslim terhadap kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat pembinaan generasi muda.
Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), dan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Kepulauan Aru menunjukkan dukungan terhadap pembangunan tersebut. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kehidupan keagamaan di tingkat desa.
Pembangunan Langgar Al-Falah bukan hanya menyangkut penyediaan tempat untuk melaksanakan salat berjemaah. Lebih dari itu, keberadaan langgar diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan pendidikan Al-Qur’an, kegiatan keagamaan, serta pembentukan karakter generasi muda.
Ketua BKPRMI Kabupaten Kepulauan Aru, Alam Djilfufin, bersama unsur organisasi keagamaan lainnya memberikan perhatian terhadap keberlanjutan pembangunan. Dukungan juga datang dari Ketua MUI Kabupaten Kepulauan Aru, Marwan Mardana, dan Ketua LPTQ, Armand Walay.
Koordinasi pembangunan sebelumnya melibatkan pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh adat, serta masyarakat setempat. Pendekatan tersebut penting agar pembangunan berjalan dengan dukungan sosial dan memperhatikan kondisi masyarakat di Desa Gomsey.
Peletakan batu pertama dan pemasangan rangka bangunan telah dilaksanakan pada 3 Oktober 2026. Progres awal pembangunan diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen, kemudian pekerjaan dilanjutkan pada 16 Oktober 2026.
Pembangunan tersebut ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026. Namun, pencapaian target itu tetap membutuhkan kesinambungan pekerjaan dan dukungan dari berbagai pihak agar langgar dapat segera digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepala KUA Sir-Sir dan Aru Utara, Jefri Kamarmir, juga disebut terlibat dalam koordinasi bersama unsur terkait.Di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Aru, pembangunan fasilitas keagamaan juga menjadi momentum untuk memelihara hubungan sosial yang harmonis.
Komunikasi dengan pemerintah desa, tokoh adat, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga semangat kebersamaan tersebut.Masyarakat kini diharapkan dapat terus bergotong royong agar pembangunan Langgar Al-Falah berjalan sesuai rencana. Setelah selesai, pengelolaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan akan menjadi faktor penting agar rumah ibadah ini benar-benar memberikan manfaat bagi umat.
Dukungan MUI, BKPRMI, dan LPTQ pun diharapkan tidak berhenti pada tahap pembangunan fisik, tetapi berlanjut melalui pembinaan keagamaan yang dapat dirasakan masyarakat Desa Gomsey dalam jangka panjang.
Editor : EB

