SPIONNEWS, BATAUGA — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan mencatat data terkini jumlah keluarga dan akses listrik di empat wilayah kecamatan kepulauan, yang dijadikan dasar penyusunan prioritas pembangunan energi daerah. Data ini mencakup Kecamatan Kadatua, Siompu, Siompu Barat, dan Batuatas.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Buton Selatan, Wa Ode Rina Azizah, memberikan penjelasan terkait data tersebut: “Secara umum capaian akses listrik di Kabupaten Buton Selatan sudah cukup baik, namun masih ada sejumlah keluarga yang belum menikmati aliran listrik. Data ini penting agar kita tahu persis di mana letak prioritas kita,” ungkapnya.21/10/2026 di ruang kerjanya.
Wa Ode Rina Azizah menyampaikan, total jumlah rumah tangga di empat kecamatan tersebut mencapai lebih dari 13.000 Kepala Keluarga, dengan rincian, Kecamatan Jumlah Desa Jumlah KK, Kadatua 10 Desa 3.332 KK, Siompu 10 Desa 3.388 KK, Siompu Barat 3.391 KK, Batuatas 7 Desa 3.391 KK
Kata Rina, data yang dirinci, terlihat bahwa Kecamatan Batuatas memiliki tantangan terbesar dalam akses energi listrik. Masih ada 496 KK yang belum teraliri listrik angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kecamatan lainnya.
“Kita lihat di Kecamatan Batuatas, dari 3.391 KK, masih ada 496 KK atau sekitar 14,6 persen yang belum menikmati listrik. Ini menjadi prioritas utama kita. Sementara di kecamatan lain seperti Siompu Barat hanya 40 KK, Siompu 49 KK, dan Kadatua 53 KK yang belum terlayani,” jelasnya.
Ia menambahkan, Rincian akses listrik menurut data terbaru, Kecamatan Sudah Listrik Belum Listrik, Kadatua 2.619 KK 53 KK, Siompu 2.988 KK 49 KK, Siompu Barat 2.697 KK 40 KK, Batuatas 1.732 KK 496 KK
Selain penyambungan jaringan baru, Wa Ode Rina Azizah juga menyoroti kapasitas mesin pembangkit yang ada saat ini. Kecamatan Kadatua dilayani oleh 3 unit pembangkit dengan kapasitas 250 KPH, sedangkan Siompu memiliki 2 unit dengan kapasitas 500 KPH. Sementara Siompu Barat dan Batuatas belum tercatat memiliki unit pembangkit sendiri yang memadai.
“Kita perlu perhatikan juga kapasitas pembangkit yang ada. Kadatua dengan 3 unit 250 KPH melayani 3.332 KK, beban per KK cukup besar. Siompu lebih baik dengan 2 unit 500 KPH. Sementara Siompu Barat dan Batuatas, kita harus cari solusi penyediaan listrik yang andal, baik melalui penambahan jaringan maupun penguatan pembangkit setempat,” tegasnya.
Wa Ode Rina Azizah juga menambahkan bahwa ada rencana penambahan mesin pembangkit untuk peningkatan pelayanan listrik 24 jam di Pulau Siompu dan Kadatua, berdasarkan permohonan masyarakat melalui kepala desa dan kecamatan. Proses pembebasan lahan untuk keperluan pembangkit di kepulauan tersebut telah selesai melalui musyawarah di tingkat kecamatan, dan saat ini tim dari instansi pertanahan akan segera turun melakukan survei lapangan. Khusus untuk Kecamatan Batuatas, proses sertifikat hibah tanah dari masyarakat dijadwalkan akan dilakukan survei pada minggu depan.
Katanya, Berdasarkan data tersebut, prioritas kebutuhan yang akan disampaikan kepada instansi terkait meliputi, Percepatan penyambungan listrik untuk 496 KK di Batuatas sebagai prioritas tertinggi, Penambahan dan peningkatan kapasitas pembangkit di wilayah yang beban listriknya sudah tinggi, termasuk penambahan mesin untuk layanan 24 jam di Siompu dan Kadatua,Penyelesaian sambungan listrik sisa di Kadatua, Siompu, dan Siompu Barat agar mencapai 100% desa berlistrik, Studi kebutuhan energi terbarukan untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan utama
“Data ini bukan sekadar angka. Setiap KK yang belum dialiri listrik berarti ada keluarga yang masih sulit belajar anaknya, masih sulit mengakses informasi, dan masih terbatas peluang ekonominya. Semoga data ini menjadi dasar kebijakan yang cepat dan tepat sasaran,” harap Wa Ode Rina Azizah.
Editor : Harry

