“Bagi kami yang tinggal di wilayah ini, ini baru kali ini diadakan dengan semangat sekuat ini. Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan mengajak: mari kita jaga persatuan, mari kita jaga keharmonisan, sehingga acara adat dan budaya ini terus kita landingkan, terus kita agungkan, dan terus kita laksanakan dari tahun ke tahun serta generasi ke generasi,” ujar La Ode Harwanto.
Ia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus modernisasi, kemajuan teknologi, penggunaan handphone, serta perubahan gaya hidup, generasi muda berisiko semakin menjauh dari akar budaya leluhur. Oleh karena itu, mempelajari adat dan budaya bukan sekadar kenangan masa lalu, melainkan fondasi yang merangkai masa kini sekaligus harapan untuk masa depan.
“Jangan sampai generasi kita kehilangan adat dan budayanya. Zaman sekarang imunisasi kemajuan serta teknologi begitu luar biasa, sehingga masyarakat kita terutama generasi muda harus terus belajar adat dan budaya. Budaya itu adalah kenangan di masa lalu yang merangkai kita di masa kini dan menjadi harapan kita di masa depan,” tegasnya.
Menurut La Ode Harwanto, keberhasilan peringatan HUT Lakambau ke‑20 tidak lepas dari kerja keras panitia, tokoh adat, Forkopimda, pemerintah kelurahan, serta seluruh warga Lakambau. Acara adat ini diharapkan bukan hanya menjadi seremonial sesaat, tetapi menjadi titik awal kebangkitan kesadaran kolektif untuk terus merawat identitas daerah.
Ia berharap sinergi antara Pemerintah Daerah, lembaga adat, masyarakat, serta generasi muda tetap terjaga agar nilai‑nilai luhur Kesultanan dan budaya Buton Selatan tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Buton Selatan. (Ha)
Editor : Harry
#HUTLakambauKe20 #LestarikanBudayaButon #SetdaButonSelatan #LaOdeHarwanto #PersatuanMasyarakat #GenerasiPenerus #ButonSelatan

