SPIONNEWS, BUTON – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Buton (UMButon) menggelar seminar kepemudaan bertema “Membangun Generasi Berkarakter, Menjauhi Kenakalan Remaja, dan Meraih Masa Depan Gemilang” di SMP Negeri 4 Buton, Desa Matanauwe, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa SMP Negeri 4 Buton dan siswa SMA Negeri 1 Siotapina. Seminar ini bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada generasi muda agar mampu membangun karakter positif, menghindari perilaku menyimpang, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Seminar dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Matanauwe. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni anggota DPRD Kabupaten Buton, Ibu Lusty Shine La Juwi, S.H., dan Kapolsek Sampuabalo, IPDA Syahrir, S.H., M.H.
Dalam pemaparannya, Lusty Shine La Juwi menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai sarana belajar, mengembangkan keterampilan, serta meningkatkan kapasitas diri di tengah pesatnya perkembangan zaman.
Menurutnya, generasi muda tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus mampu mengambil peran sebagai penggerak perubahan melalui pengetahuan, kreativitas, dan karakter yang kuat.
“Ilmu hari ini bisa kita dapatkan di mana saja, termasuk media sosial. Gunakan untuk belajar dan mengembangkan keterampilan, karena teknologi dan robot terus berkembang. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah penggerak perubahan,” ungkap Lusty.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap pelajar memiliki potensi yang perlu dikembangkan sejak dini. Keberhasilan, menurutnya, tidak semata-mata diukur melalui nilai akademik, tetapi juga melalui etika, karakter, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
“Jangan hanya mengejar nilai di sekolah, tetapi bangun juga etika, karakter, dan kepedulian terhadap Desa Matanauwe. Cintai kampung halaman dan berikan kontribusi positif,” pesannya.
Selain itu, Lusty mengingatkan para pelajar agar senantiasa menghormati kedua orang tua dan guru. Doa serta restu orang tua, katanya, menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih cita-cita, selain kerja keras, kemampuan, dan kemauan untuk terus belajar.
“Adik-adik sekalian, masa depan bukan ditentukan oleh apa yang kita inginkan saja, tetapi oleh apa yang kita lakukan mulai hari ini. Miliki cita-cita, kembangkan potensi, bangun karakter, dan jadilah pemuda yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia kembali menekankan pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perubahan dengan menjadikan pendidikan, karakter, dan kepedulian sosial sebagai fondasi masa depan.
“Jangan hanya menjadi penonton perubahan, jadilah penggerak perubahan! Masa depan ada di tangan kalian, maka persiapkanlah mulai dari sekarang,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolsek Sampuabalo, IPDA Syahrir, S.H., M.H., menyampaikan materi mengenai pencegahan kenakalan remaja. Ia mengajak para pelajar untuk lebih berhati-hati dalam pergaulan dan tidak mudah terpengaruh oleh perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
Dalam penyampaiannya, ia memperkenalkan rumus “5S” sebagai pedoman sederhana bagi pelajar untuk meraih masa depan sekaligus menghindari kenakalan remaja.
Adapun rumus 5S tersebut meliputi:
- Selektif memilih teman, yakni membangun pergaulan yang sehat dan menjauhi lingkungan yang mendorong perilaku negatif.
- Sayangi dan hormati kedua orang tua serta guru, sebagai bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang membimbing dan mendidik.
- Saring sebelum sharing, yaitu memastikan kebenaran dan dampak suatu informasi sebelum membagikannya di media sosial.
- Siasati waktu dengan kegiatan positif, seperti belajar, berolahraga, mengikuti kegiatan organisasi, dan mengembangkan bakat.
- Segera lapor, yakni berani menyampaikan kepada orang tua, guru, atau pihak berwenang apabila mengetahui atau mengalami tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolsek Sampuabalo juga mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan perilaku negatif sebagai simbol kedewasaan atau gaya hidup dalam pergaulan.
“Jangan gaya-gayaan merokok, minum-minuman keras, apalagi balap-balapan. Kita ini pelajar, ingin menjadi apa? Semua dibangun dari sekarang,” pesannya kepada para peserta seminar.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan generasi muda sangat dipengaruhi oleh pilihan dan kebiasaan yang dibangun sejak bangku sekolah. Karena itu, pelajar perlu memiliki kesadaran untuk menjaga diri, menaati aturan, serta memilih kegiatan yang memberikan manfaat bagi masa depan mereka.
Melalui seminar kepemudaan ini, mahasiswa KKN UMButon berharap para pelajar di Desa Matanauwe tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki keberanian untuk menolak kenakalan remaja, meningkatkan kedisiplinan, dan mengembangkan potensi diri.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMButon dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di tingkat desa, khususnya melalui edukasi kepemudaan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Generasi muda yang berkarakter, berpengetahuan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan diharapkan mampu menjadi modal penting bagi kemajuan Desa Matanauwe dan Kabupaten Buton pada masa mendatang. (**)
Editor : Harry

