HUT Buton Selatan ke 11, Di Tutup Bersama Doa, Dzikir, Dan Muhasabah

SPIONNEWS, BATAUGA – Kegiatan terakhir dalam acara HUT Kabupaten Buton Selatan ke 11 bukanlah acara panggung yang diadakan pada malam hari di mana menghadirkan artis Indonesia Timur dengan jadul lagu terpopuler Tabola Bale.

Namun untuk menjadikan momentum dirgahayu Buton Selatan ke 11 menjadi lebih sakral maka Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menghadirkan salah satu ustad terkenal, Ustad DR. K H. Ali Sibromalisi, MA. Agar bisa memberikan pandangan keagamaan demi meningkatkan keimanan ketakwaan dan kebersamaan dalam membangun Buton Selatan yang lebih berakhlak maju dan berdaya saing.

Pada sambutannya, Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios Mengungkapkan, Kegiatan hari ini bukan sekadar tradisi seremonial. Ini adalah momen penguatan ruhani, momen untuk merenung dalam, bertanya kepada diri sendiri, Apakah selama ini kita sudah menjadi bagian dari solusi? Apakah kita sudah berkontribusi pada kebaikan negeri? ataukah kita masih menjadi bagian dari masalah dan problem di daerah ini.

“Pada peringatan hari Buton Selatan tahun ini kita mengambil tema “Buton Selatan Bangkit, Sejahtera, dan Berdaya Saing.” Tema ini bukan hanya slogan, tapi arah gerak kita semua untuk keluar dari zona nyaman, untuk tumbuh sebagai masyarakat yang tangguh, dan untuk menjadikan Buton Selatan sebagai daerah yang tidak hanya membanggakan secara fisik, tetapi juga mengagumkan secara moral dan spiritual” tegasnya.

Ia menambahkan, Dalam membangun daerah, kita tidak hanya bicara soal anggaran, proyek, atau rencana strategis. Lebih dari itu, kita butuh jiwa-jiwa yang jujur, hati yang bersih, dan pikiran yang visioner.

“Itulah mengapa dzikir, doa, dan muhasabah menjadi sangat penting: agar langkah kita tidak hanya benar secara administrasi, tapi juga lurus di hadapan Allah. Sebagaimana dikatakan oleh Bung Hatta, Proklamator kita: “Indonesia merdeka bukan tujuan, tapi jembatan untuk membangun masyarakat adil dan makmur yang dijiwai oleh nilai-nilai moral.”” ucapnya.

Tuturnya, Jika kemerdekaan saja perlu dijiwai moral, maka apalagi pembangunan daerah. Kita tak hanya butuh kecerdasan teknis, tapi juga kebeningan nurani. Dan seperti pesan Gus Dur, tokoh kebangsaan dan kebhinekaan kita beliau mengatakan: “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.”.

“Maka pembangunan Buton Selatan ke depan harus berpihak pada manusia, pada masyarakat, pada kemaslahatan. Tidak boleh ada yang tertinggal. Tidak boleh ada yang terabaikan. Kesejahteraan dan pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat Buton Selatan. Kalau di daratan merasakan kemajuan, kepulauan juga demikian, harus sama rata, sama rasa” jelasnya.

Kata Adios, Di usia 11 tahun ini, Buton Selatan telah melalui banyak tantangan. Tapi kita tak boleh berpuas diri. Kita harus bangkit lebih tinggi, lebih cepat, lebih berkualitas. Kita ingin agar masyarakat hidup damai, memiliki daya saing, dan menikmati kesejahteraan lahir batin. Dan semua itu dimulai bukan dari luar, tapi dari dalam diri. Inilah pentingnya muhasabah, untuk melihat bahwa perubahan besar selalu bermula dari hati yang mau berubah ke arah yang lebih baik.

“Mari kita jadikan tabligh ini sebagai momentum rekonsiliasi batin, agar kita semua bersatu dalam tekad dan kerja nyata, mari kita jadikan Buton Selatan sebagai teladan, bukan hanya dalam hal pembangunan, tapi juga dalam peradaban” jelasnya.

Ungkap Bupati, Dan saya percaya, dengan semangat kolektif, gotong royong, dan kesadaran spiritual, kita bisa membawa Buton Selatan menjadi daerah yang benar-benar bangkit, sejahtera, dan berdaya saing.

Penutup, untuk Bupati Buton Selatan mengungkapkan sebuah pantun, “Sebelas tahun Buton Selatan berjalan,Diwarnai perjuangan dan harapan””Mari bersama langkahkan kebaikan,Menuju daerah penuh keberkahan””Dirgahayu Kabupaten Buton Selatan ke-11Bangkit, Sejahtera, dan Berdaya Saing”

Dalam acara Doa, dzikir, dan Muhasabah bersama Bupati Buton Selatan dan seluruh kepala OPD yang hadir, bersama Forkopimda Kabupaten Buton Selatan, turut diberikan bantuan kepada anak-anak yang membutuhkan sebagai bentuk bantuan sosial dari pemerintah daerah kepada masyarakat Buton Selatan.

(ha).

Editor: Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *