Evaria Duta Baca Buton Selatan, Ajak Generasi Muda Di Dunia Literasi

SPIONNEWS, BATAUGA – Dalam meningkatkan kualitas dan partisipasi masyarakat termasuk generasi muda dalam dunia membaca untuk meningkatkan pengetahuan yang saat ini sudah kurang diminati di generasi muda.

Dengan ini Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan perlombaan sayembara penulis dan menerjemahkan cerita anak Dwi bahasa tahun 2025, kegiatan ini menjadi salah satu prospek untuk meningkatkan minat baca bagi generasi muda.

Terkait dengan itu semua tokoh perempuan dan sebagai Duta Baca Kabupaten Buton Selatan mengapresiasi kegiatan tersebut dan ikut terlibat secara langsung.

Apresiasi Duta Baca Kabupaten Buton Selatan terhadap Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2025 yang Diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara mengadakan Sayembara Penulisan Cerita Anak Dwibahasa Tahun 2025. Sayembara ini diikuti oleh beberapa penulis cerita anak yang tersebar di Sulawesi Tenggara, termasuk Kepton.

Saat ini penulisan sedang dalam tahap penyuntingan. Salah satu dewan juri dalam sayembara tersebut adalah Duta Baca Daerah Kabupaten Buton Selatan, Evaria, S.Pd., M.Hum.

Saat ditemui Duta Baca Buton Selatan, Evaria, S.Pd., M.Hum mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dalam Sayembara Penulisan Buku Cerita Anak bukan sebatas menulis cerita, tetapi juga menerjemahkan cerita tersebut kedalam bahasa daerah, salah satunya adalah bahasa Wolio. Kita ketahui bahwa beberapa tahun terakhir, bahasa Ibu, dalam hal ini bahasa Wolio terancam punah. Masyarakat penutur, sudah jarang berkomunikasi menggunakan bahasa Wolio” jelasnya. Jum’at, 5/9/2025. Di Ruang Literasinya.

Melalui sayembara penulisan cerita anak dwibahasa, mengingatkan kita kembali betapa pentingnya pelestarian bahasa daerah. Ini juga tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, didukung oleh dasar hukum dalam pasal 32 ayat (2) UUD 1945 yang menyatakan bahwa Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.

“Selain itu, ada Peraturan Pemerintah nomor 57 Tahun 2014 yang mengatur pengembangan, pembinaan, dan perlindungan bahasa serta sastra daerah, serta berbagai Peraturan Daerah (Perda) di tingkat provinsi dan kabupaten untuk mendukung implementasi kebijakan nasional” imbuhnya.

“Melalui regulasi tersebut, sudah sepatutnya pelestarian bahasa daerah diupayakan dalam berbagai ruang, salah satunya melalui penulisan buku cerita anak”, Ungkapnya.

Lanjutnya Eva, “Beberapa orang penulis dalam buku cerita anak tersebut berasal dari Kepton, termasuk Buton Selatan. Kita patut mengapresiasi antusias kawan-kawan dalam keikutsertaan menuliskan cerita anak pada sayembara tersebut. Ini menjadi salah satu parameter bahwa bahasa Wolio masih memiliki banyak pemerhati untuk kemudian dapat dilestarikan, dilindungi, dan dikembangkan” Tutur Eva yang juga selaku Ketua Bagansiar Cabang Buton Selatan yang bergerak di bidang Pendidikan dan Kebudayaan.

“Buku cerita ini nanti diterbitkan setelah melalui proses penilaian dan penyuntingan. Tentu akan menjadi sumber literatur yang dibutuhkan oleh sekolah maupun komunitas-komunitas pegiat literasi anak yang juga tersebar di beberapa wilayah di Buton Selatan. Harapan saya, semoga bahasa Daerah akan terus lestari dan anak-anak di Buton Selatan mampu menjadi penutur yang bangga atas kekayaan lingual mereka.” Tutup Eva. (**)

Editor: Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *