SPIONNEWS, SAMPOLAWA – Jum’at, 19/9/2025 – Selama tiga hari penuh, Taman Baca Sangia Yi Gola sukses menyelenggarakan Festival Literasi yang menjadi ruang perjumpaan, kolaborasi, dan perayaan budaya membaca di Kepulauan Buton.
Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 16-18 bejalan meriah dengan melibatkan komunitas literasi, pelajar, hingga masyarakat Katolemando sebagai tuan rumah.
Pada hari pertama, festival dibuka dengan partisipasi 33 komunitas literasi yang tersebar di berbagai wilayah Kepulauan Buton. Mereka hadir membawa semangat, ide, dan pengalaman dalam menggerakkan literasi di komunitas masing-masing. Suasana penuh keakraban tercipta lewat diskusi, hingga pertunjukan seni budaya yang menegaskan eratnya hubungan antara literasi dan kearifan lokal.
Memasuki hari kedua, giliran 20 SMA unggulan dari Kepulauan Buton yang menjadi peserta utama. Para pelajar tidak hanya mengikuti lomba-lomba literasi, tetapi juga terlibat dalam forum inspiratif yang memperkuat peran generasi muda sebagai motor penggerak literasi masa depan.
Hari ketiga ditutup dengan wajah yang lebih hangat dan inklusif, menghadirkan anak-anak dan masyarakat Katolemando sendiri. Berbagai kegiatan interaktif, dari baca cerita bersama, permainan edukatif, hingga panggung ekspresi budaya, membuat festival ini benar-benar menjadi milik bersama.
Ketua Taman Baca Sangia Yi Gola, La Randi, menyampaikan bahwa festival ini bukan hanya ajang seremonial, melainkan gerakan nyata untuk memperkuat ekosistem literasi di Kepulauan Buton.
“Literasi adalah jalan pembebasan. Kami ingin memastikan bahwa semangat ini tidak hanya berhenti di ruang baca, tetapi hidup dalam keseharian masyarakat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Suhandi, SH dari Komunitas Peduli Pendidikan Hendea KP3 Hendea, Ia menilai festival ini menjadi momentum penting untuk menyatukan energi gerakan literasi di masyarakat.
“Gerakan literasi tidak bisa berdiri sendiri. Dengan adanya festival ini, kita bisa saling belajar, saling menguatkan, dan membangun harapan bersama bahwa literasi akan menjadi fondasi kemajuan SDM kedepannya ,” ungkapnya.
Festival literasi ini menegaskan peran Taman Baca Sangia Yi Gola sebagai pusat gerakan literasi yang menyatukan komunitas, sekolah, dan masyarakat dalam satu nafas: membangun budaya baca untuk masa depan yang lebih baik.(Aan)
Editor: Harry

