Oleh : LAODE ASRIYAWAN , Guru SMP NEGERI 1 KULISUSU UTARA
SPIONNEWS, Buton Utara – 9 /11/2025 – Setiap 10 November, kita mengenang mereka yang rela mengorbankan jiwa demi merah putih berkibar di langit merdeka. Namun, di tahun 2025 ini, makna kepahlawanan menuntut wujud baru bukan lagi mengangkat senjata, tetapi mengangkat pena, ilmu, dan nilai kemanusiaan. “Pendidikan adalah medan juang kita hari ini”.
Tema Hari Pahlawan 2025, “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, mengandung pesan yang amat dalam. Ia mengingatkan bahwa perjuangan para pahlawan tidak berakhir di medan pertempuran, tetapi harus terus hidup di ruang kelas, di perpustakaan, dan di setiap hati yang berjuang menyalakan pelita ilmu pengetahuan.
Seorang guru yang sabar mendidik muridnya agar jujur dan berani bermimpi adalah pahlawan. Seorang siswa yang tekun belajar walau dengan keterbatasan adalah pejuang. Mereka melanjutkan semangat Bung Tomo, Kartini, dan Ki Hajar Dewantara dalam bentuk yang berbeda bukan dengan darah dan air mata, tetapi dengan keteguhan hati dan cinta terhadap pengetahuan.
Namun, realitas pendidikan kita masih penuh tantangan. Ketimpangan fasilitas, rendahnya literasi, dan lunturnya karakter bangsa mengingatkan kita bahwa kemerdekaan sejati belum sepenuhnya kita raih.
“Di sinilah nilai kepahlawanan diuji, apakah kita hanya mengenang, atau juga bertindak ” ?
Pendidikan seharusnya menjadi tempat lahirnya pahlawan masa depan yang berpikir kritis, berjiwa empati, dan berani melawan ketidakadilan. Guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai perjuangan. kerja keras, disiplin, dan gotong royong. Sementara siswa perlu diajak memahami bahwa belajar bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk memajukan bangsa.
Mari kita sama renungkan para pahlawan dahulu rela kehilangan segalanya demi masa depan bangsa. Kini, apakah kita rela kehilangan waktu untuk belajar, berbagi ilmu, atau menanamkan nilai kepada generasi setelah kita?
Setiap tindakan kecil dalam pendidikan membaca buku, menulis ide, membantu teman belajar adalah bentuk pengorbanan kecil yang menumbuhkan semangat besar kepahlawanan.
Hari Pahlawan seharusnya menjadi momen untuk menyalakan kembali api idealisme pendidikan. Kita perlu menjadikan sekolah bukan hanya tempat menghafal, tetapi tempat menumbuhkan manusia merdeka. Manusia yang mencintai tanah air karena paham sejarahnya, menghargai perbedaan karena mengenal budayanya, dan berjuang memajukan bangsanya dengan ilmu.
Maka, ketika kita berdiri khidmat dalam upacara Hari Pahlawan tahun ini mari kita beriktiar dalam hari :
” Teruslah belajar sampai matahari terbit”
Entah kita sebagai guru, siswa, atau orang tua kita semua memiliki peran. Sebab perjuangan bangsa tidak berhenti di Surabaya 1945, tetapi terus berlanjut di setiap kelas di seluruh Indonesia, setiap hari, setiap waktu. (**)

