Bupati Timotius Kaidel Hadiri Launching Website Desa di Dobo, Tekankan Transparansi dan Digitalisasi

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terus mendorong transformasi digital hingga ke tingkat desa. Hal ini terlihat dalam kegiatan launching website desa dan pelatihan operator website desa yang berlangsung di Café Gospel, Kota Dobo, Sabtu (25/04/2026).

Kegiatan tersebut secara langsung dihadiri oleh Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bersama jajaran pemerintah daerah dan peserta dari berbagai desa.

Dalam sambutannya, Bupati Kaidel menegaskan bahwa kehadiran website desa bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi instrumen penting dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.

“Website desa harus menjadi jendela informasi bagi masyarakat. Semua program, penggunaan anggaran, hingga potensi desa harus bisa diakses publik secara terbuka,” tegasnya.

Menurutnya, di era digital saat ini, desa tidak boleh tertinggal dalam pemanfaatan teknologi informasi. Ia menyebut, digitalisasi desa akan mempercepat pelayanan publik sekaligus membuka peluang promosi potensi lokal, mulai dari pariwisata hingga produk unggulan masyarakat.

Lebih lanjut, Kaidel juga menyoroti pentingnya kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola website desa. Karena itu, pelatihan operator menjadi bagian krusial agar sistem yang dibangun tidak berhenti hanya pada tahap launching.

“Jangan sampai website sudah ada, tapi tidak diupdate. Operator harus aktif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menyajikan informasi,” ujarnya.

Kegiatan ini mengusung semangat “Bersama Mewujudkan Desa yang Maju, Transparan, Bersih dan Berbasis Digital,” sejalan dengan visi pembangunan daerah di Kabupaten Kepulauan Aru.

Acara berlangsung dengan antusias, ditandai dengan partisipasi aktif para peserta pelatihan yang diharapkan menjadi motor penggerak digitalisasi di desa masing-masing.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru memberi sinyal kuat bahwa modernisasi desa bukan lagi wacana, tetapi sudah mulai dijalankan meski tantangan implementasi di lapangan masih akan menjadi ujian berikutnya.

Editor : EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *