10 Juta Pohon Kelapa Jadi Andalan Baru Aru, Bupati Kaidel Siapkan Fondasi Ekonomi Hijau Berkelanjutan

DOBO, SPIONNEWS.ID – Kabupaten Kepulauan Aru selama puluhan tahun dikenal sebagai daerah kepulauan yang menggantungkan sebagian besar aktivitas ekonominya pada sektor perikanan. Laut yang luas dan kaya menjadi sumber kehidupan utama masyarakat. Namun ketergantungan terhadap satu sektor dinilai memiliki risiko besar, terutama ketika cuaca buruk, gelombang tinggi, maupun fluktuasi hasil tangkapan ikan terjadi.

Menjawab tantangan tersebut, Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel menggagas sebuah langkah strategis melalui Program Pengembangan 10 Juta Pohon Kelapa yang kini menjadi salah satu program prioritas daerah dalam kerangka pembangunan ekonomi hijau.

Program ini tidak sekadar menanam pohon, tetapi dirancang sebagai investasi ekonomi jangka panjang yang diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi masyarakat Aru di masa depan.

Kaidel menilai peluang pasar dunia terhadap komoditas kelapa saat ini sedang mengalami pertumbuhan signifikan. Permintaan berbagai produk turunan kelapa seperti santan, minyak kelapa, air kelapa, hingga produk berbasis nabati terus meningkat di berbagai negara, khususnya kawasan Eropa dan Asia Timur.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru berupaya mempersiapkan masyarakat agar mampu mengambil bagian dalam rantai pasok global melalui pengembangan perkebunan kelapa secara masif.
“Ini bukan sekadar program tanam pohon biasa. Kita sedang membangun masa depan ekonomi masyarakat Aru. Kelapa akan menjadi salah satu sumber pendapatan berkelanjutan yang bisa dinikmati hingga generasi berikutnya,” ujar Kaidel.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah melibatkan pemerintah desa melalui pemanfaatan Dana Desa, khususnya pada sektor ketahanan pangan. Setiap desa diwajibkan menyesuaikan luas lahan yang dimiliki untuk mendukung target penanaman.
Pemerintah juga mendorong pola gotong royong masyarakat dengan melibatkan setiap kepala keluarga dalam kegiatan penanaman. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target 10 juta pohon sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap program tersebut.

Selain membuka peluang ekspor, program ini juga diproyeksikan mampu menarik investasi sektor industri pengolahan kelapa ke Aru. Jika industri pengolahan berdiri di daerah, maka nilai jual kelapa masyarakat akan meningkat karena tidak lagi bergantung pada pengiriman bahan baku ke luar daerah. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang diperoleh petani akan jauh lebih besar dan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Bupati Kaidel menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal program tersebut secara serius karena diyakini menjadi salah satu pilar ekonomi masyarakat Aru pada masa mendatang.
“Dan ini kita serius, saya sangat serius mengawal ini, karena ini akan menjadi salah satu pendapatan masyarakat ke depan. Dan ini berkesinambungan bagi masyarakat kita,” tegasnya.

Editor : EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *