SPIONNEWS.ID, Malang – Pengolahan sampah organik tidak berhenti pada proses pembuatan eco-enzyme. Di balik manfaat besar yang dihasilkan, proses tersebut juga menyisakan ampas organik yang kerap luput dari perhatian. Jika tidak dikelola dengan baik, ampas hasil fermentasi tersebut berpotensi menjadi limbah baru yang menimbulkan bau dan mencemari lingkungan.
Berangkat dari kondisi tersebut, UKM BHUMI Universitas Negeri Malang menghadirkan solusi melalui program TAKARASA (Takakura Rawat Sampah Rumah Tangga) yang dilaksanakan pada 26 Mei 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Bidang Manajemen Limbah dan Bidang Edukasi, Riset, dan Pengabdian sebagai bentuk komitmen organisasi dalam menerapkan prinsip pengelolaan sampah berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
TAKARASA menjadi langkah inovatif dalam memanfaatkan kembali ampas eco-enzyme yang biasanya terbuang setelah proses panen. Melalui program ini, limbah organik tersebut diolah menjadi pupuk kompos menggunakan metode Takakura, sebuah teknik pengomposan sederhana yang efektif mempercepat proses penguraian bahan organik tanpa menimbulkan bau tidak sedap.
Dalam pelaksanaannya, tim UKM BHUMI memfokuskan kegiatan pada pemanfaatan ampas padat yang tersisa setelah proses fermentasi eco-enzyme selesai. Ampas tersebut kemudian dipilah dan dikeluarkan dari wadah fermentasi untuk selanjutnya dicampur dengan media starter kompos di dalam keranjang Takakura.Metode Takakura dipilih karena dinilai praktis, ramah lingkungan, dan mudah diterapkan. Selain mampu mempercepat proses pengomposan, metode ini juga membantu mengurangi bau yang biasanya muncul dari proses pembusukan limbah organik. Dengan demikian, pengolahan limbah dapat dilakukan secara lebih higienis dan efisien.

Melalui kegiatan ini, UKM BHUMI berhasil menciptakan sistem pengelolaan limbah organik yang lebih terintegrasi di lingkungan internal organisasi. Ampas eco-enzyme yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah kini memiliki nilai manfaat baru sebagai pupuk kompos yang dapat digunakan untuk mendukung penghijauan dan kegiatan budidaya tanaman.
Lebih dari sekadar program pengolahan limbah, TAKARASA menjadi bentuk nyata komitmen UKM BHUMI dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan mahasiswa. Program ini menunjukkan bahwa setiap limbah masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali apabila dikelola dengan kreativitas dan kesadaran lingkungan yang tinggi.
Dengan inovasi sederhana namun berdampak besar ini, UKM BHUMI berharap dapat menginspirasi masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah organik secara mandiri di rumah tangga. Dengan langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi bumi di masa depan.
Kontributor : La Nare

