DOBO, SPIONNEWS.ID – Perluasan akses layanan keuangan hingga ke wilayah-wilayah kepulauan menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Kepulauan Aru Tahun 2026 yang digelar di Gedung BPKAD Kabupaten Kepulauan Aru, Kamis (11/6/2026).
Kegiatan yang dihadiri Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, unsur Forkopimda, perbankan, lembaga jasa keuangan, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru tersebut dibuka langsung oleh Bupati Timotius Kaidel.
Dalam kesempatan itu, pemerintah daerah memaparkan sejumlah perkembangan layanan keuangan yang berhasil dicapai sepanjang tahun 2025. Salah satu capaian penting adalah bertambahnya jumlah agen Laku Pandai yang kini telah tersebar di berbagai wilayah Kepulauan Aru.
Keberadaan agen Laku Pandai dinilai sangat membantu masyarakat dalam memperoleh layanan perbankan dasar tanpa harus melakukan perjalanan jauh ke kantor bank.Selain itu, peningkatan jumlah rekening masyarakat juga menunjukkan semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam sistem keuangan formal. Hal tersebut menjadi indikator meningkatnya inklusi keuangan di daerah kepulauan.
Bupati Timotius Kaidel menegaskan bahwa perluasan layanan keuangan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan akses yang sama terhadap layanan keuangan, termasuk masyarakat yang berada di wilayah pulau-pulau terluar.“Kita ingin seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan yang aman, mudah, dan terpercaya,” katanya.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, menjelaskan bahwa digitalisasi layanan keuangan menjadi salah satu strategi penting yang terus didorong oleh OJK bersama pemerintah daerah.Pada tahun 2026, TPAKD Kabupaten Kepulauan Aru menetapkan sejumlah program prioritas, termasuk peningkatan penggunaan transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), pengembangan layanan Laku Pandai, serta penguatan edukasi keuangan bagi masyarakat.
Program tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan keuangan sekaligus mendorong transformasi digital ekonomi daerah.Dengan kondisi geografis Kepulauan Aru yang terdiri dari banyak pulau, kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, perbankan, dan lembaga jasa keuangan dinilai menjadi kunci penting dalam menghadirkan layanan keuangan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Editor : EB


