SPIONNEWS, Siompu – Pagelaran budaya yang dilaksanakan oleh pemuda Pulau Siompu menghadirkan berbagai Inovasi dan kolaborasi untuk meningkatkan potensi daerah lokal dalam bidang UMKM dan ekonomi kreatif.
Pada kesempatan itu Bupati Buton Selatan bersama dengan rombongan meninjau langsung kegiatan lomba masakan tradisional yang ada di pulau siompu dengan berbagai jenis bahan yang diambil dari masyarakat lokal.

Menghadirkan menu-menu yang sangat sederhana namun berkarakter serta bergizi bagi masyarakat dan para tamu yang hadir.
Terlihat Bupati Buton Selatan memberikan semangat kepada masyarakat yang mengikuti lomba tersebut dan memuji keahlian memasak makanan tradisional yang bisa dikembangkan dan bisa terus sedih kelola dengan baik.
Pada kesempatan yang sama Bupati Buton Selatan bersama juga rombongan melihat secara langsung aktivitas para generasi tua yang sedang melakukan proses pembuatan sarung tenun adat Buton yang hingga kini masih tetap dipertahankan oleh masyarakat Siompu.
Dalam kesempatan itu Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios, menyatakan, tadi saya melihat salah satu seorang nenek yang sedang menata benang untuk bisa ditenun saya juga mempertanyakan Sudah berapa lama ia mulai menurun, kata Sang nenek ia sudah mulai belajar menenun sejak masih kecil dan kini masih terus di lakukannya sebagai aktivitas peningkatan ekonomi keluarganya.
“Kegiatan ekonomi kreatif ini akan terus didukung oleh pemerintah daerah dan terus dipertahankan sehingga ciri khas sarung tenun adat Buton yang masih terus terjaga oleh lintas generasi di pulau Siompu ” Ujarnya, 13/6/2026.
Menurut salah satu nenek yang bertenun, Wa Asi, merebutkan, untuk menenun satu sarung adat Buton baik yang berkarakter atau diperuntukkan untuk pria maupun wanita memakan waktu kurang lebih dua hingga tiga hari, Ia juga menyebutkan bahwa menunun tidak harus dilakukan setiap waktu namun memiliki celah atau batasan ketika kondisi tubuh telah lelah.
“Terkadang satu hari itu kita duduk untuk menenun satu sampai dua jam saja apalagi saat ini kondisi sudah terbilang tua jadi untuk bisa menghasilkan satu sarung memang membutuhkan waktu berhari-hari” Ungkapnya.
Ia juga menambahkan, beberapa generasi muda di pulau Siompu termasuk cucunya hari ini juga sedang di training atau telah diwariskan keahlian bertenun mulai dari tata cara pemasangan benang dan pola untuk bisa melakukan proses penenunan dari benang hingga menjadi sarung.
“Sebagai generasi tua kami berharap proses penenun tidak hanya sampai pada kami namun bisa terus dipertahankan oleh generasi muda di pulau Siompu ini” Imbuhnya. (Ha)
Editor : Harry

