Surabaya, SPIONNEWS.ID – Dewan Koordinasi Daerah (DKD) Garda Prabowo Jawa Timur menyatakan sikap tegas terhadap pernyataan yang disampaikan mantan aktivis BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tio Ardhianto, yang dinilai mengandung unsur penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Ketua DKD Garda Prabowo Jawa Timur, H. Denny Hermanto, S.E., S.H., M.M., C.MED., CRMP., menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat dan kritik. Namun, menurutnya, kebebasan tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan tetap memperhatikan etika, norma sosial, dan ketentuan hukum yang berlaku.
Denny menjelaskan, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Kritik yang didasarkan pada fakta, data, dan disampaikan untuk memberikan masukan konstruktif dinilai dapat menjadi sarana perbaikan bagi jalannya pemerintahan. Sebaliknya, apabila kritik berubah menjadi serangan pribadi atau penghinaan terhadap kepala negara, hal tersebut dinilai dapat mencederai semangat demokrasi dan memicu polarisasi di tengah masyarakat.“Perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Namun, penyampaian pendapat harus tetap menjunjung etika dan menghormati martabat lembaga negara. Presiden bukan hanya individu yang menjalankan pemerintahan, tetapi juga simbol negara yang dipilih secara sah melalui proses demokrasi,” ujar Denny dalam keterangannya.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan antara kritik terhadap kebijakan publik dan tindakan yang berpotensi merendahkan kehormatan kepala negara. Ia menilai ruang publik, termasuk media sosial, harus dimanfaatkan sebagai sarana dialog yang sehat, edukatif, dan berorientasi pada solusi, bukan sebagai wadah untuk menyebarkan ujaran yang berpotensi memecah belah bangsa.
DKD Garda Prabowo Jawa Timur juga menyoroti pentingnya penguatan literasi politik dan etika komunikasi di era digital. Pesatnya perkembangan teknologi informasi membuat setiap individu memiliki akses luas untuk menyampaikan pendapat. Karena itu, kesadaran untuk menjaga tutur kata dan menghormati perbedaan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Lebih lanjut, organisasi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif menciptakan iklim demokrasi yang sehat dan beradab. Menurut mereka, tantangan bangsa saat ini, mulai dari pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, ketahanan pangan hingga persaingan global, membutuhkan kontribusi pemikiran yang konstruktif dari seluruh anak bangsa.“Demokrasi yang kuat bukan demokrasi yang dipenuhi penghinaan dan cacian, melainkan demokrasi yang membuka ruang argumentasi, kritik yang membangun, serta dialog yang berorientasi pada kepentingan rakyat dan kemajuan Indonesia,” tegas Denny.
DKD Garda Prabowo Jawa Timur menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan nasional di tengah beragam perbedaan pandangan politik. Mereka menilai bahwa kebebasan berpendapat harus tetap berjalan seiring dengan penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Editor : EB

