SPIONNEWS.ID, MALUKU – Provinsi Maluku sebagai daerah kepulauan sangat bergantung pada kelancaran distribusi barang dari wilayah-wilayah sentra industri di Pulau Jawa. Sebagian besar komoditas kebutuhan pokok, bahan bangunan, kendaraan, hingga peralatan usaha yang masuk ke Maluku berasal dari Jawa Timur sebagai salah satu pusat logistik nasional. Dalam konteks ini, keberadaan kapal Roll-on/Roll-off (Ro-Ro) antarprovinsi memiliki nilai strategis karena mampu menjadi alternatif distribusi yang lebih efisien dibandingkan pola pengiriman konvensional menggunakan kapal peti kemas.
Dari sisi kapasitas, kapal Ro-Ro dirancang untuk mengangkut kendaraan beserta muatannya secara langsung. Kapal jenis ini umumnya memiliki dek kendaraan yang luas sehingga dapat memuat puluhan hingga ratusan truk, bus, mobil pribadi, hingga alat berat dalam satu kali pelayaran. Dengan karakteristik tersebut, kapal Ro-Ro bukan hanya berfungsi sebagai sarana penyeberangan, tetapi juga menjadi tulang punggung logistik nasional yang menghubungkan pusat-pusat produksi di Pulau Jawa dengan wilayah timur Indonesia, termasuk Maluku.
Keunggulan ekonomi yang paling dirasakan adalah efisiensi biaya logistik. Selama ini, pengiriman barang menggunakan kapal peti kemas mengharuskan pelaku usaha menyewa kontainer yang biayanya dapat mencapai puluhan juta rupiah untuk satu kali pengiriman, tergantung jenis barang, ukuran kontainer, dan rute pelayaran. Biaya tersebut pada akhirnya dibebankan kepada harga jual barang di daerah tujuan sehingga masyarakat harus membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih tinggi.
Melalui kapal Ro-Ro, kendaraan pengangkut seperti truk dapat langsung masuk ke dalam kapal tanpa perlu memindahkan muatan ke dalam kontainer. Sistem ini menghilangkan biaya sewa kontainer sekaligus mengurangi proses bongkar muat yang memerlukan waktu dan tenaga tambahan. Efisiensi tersebut membuat ongkos distribusi menjadi lebih rendah, waktu pengiriman lebih singkat, dan risiko kerusakan barang selama proses perpindahan muatan juga dapat ditekan.
Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan oleh perusahaan besar, tetapi juga oleh pelaku UMKM, distributor lokal, serta pedagang di Maluku. Mereka dapat mengirim barang langsung dari gudang di Jawa Timur menuju Ambon menggunakan truk yang sama hingga tiba di lokasi tujuan. Rantai distribusi yang lebih sederhana akan meningkatkan daya saing usaha sekaligus membuka peluang perdagangan yang lebih luas antara Pulau Jawa dan Maluku.
Selain mengangkut barang, kapal Ro-Ro juga mampu mengangkut penumpang dalam jumlah yang cukup besar. Sopir truk, awak kendaraan, maupun masyarakat umum dapat melakukan perjalanan dalam satu kapal bersama kendaraan yang mereka bawa. Sistem ini memberikan efisiensi biaya perjalanan karena kendaraan dan pengemudi tidak perlu dipisahkan dalam moda transportasi yang berbeda. Bagi pelaku usaha, kondisi tersebut mempercepat proses distribusi sekaligus memudahkan pengawasan terhadap barang yang diangkut.
Dalam perspektif pembangunan ekonomi, penguatan jalur Ro-Ro antarprovinsi merupakan investasi strategis untuk menekan biaya logistik nasional, yang selama ini menjadi salah satu penyebab tingginya disparitas harga di kawasan timur Indonesia. Semakin murah biaya distribusi dari Jawa Timur menuju Ambon, semakin besar pula peluang penurunan harga kebutuhan pokok, material bangunan, kendaraan, hingga berbagai komoditas lainnya. Dampak akhirnya adalah meningkatnya daya beli masyarakat dan tumbuhnya aktivitas ekonomi di daerah.
Oleh karena itu, pengembangan layanan kapal Ro-Ro antarprovinsi perlu terus menjadi perhatian pemerintah sebagai bagian dari strategi memperkuat konektivitas nasional. Kehadiran armada yang memadai, jadwal pelayaran yang pasti, serta dukungan infrastruktur pelabuhan akan menjadikan jalur logistik Jawa Timur–Ambon semakin efisien. Jika biaya distribusi dapat ditekan secara berkelanjutan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dunia usaha, tetapi juga oleh seluruh masyarakat Maluku melalui harga barang yang lebih terjangkau, investasi yang meningkat, dan pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin kuat.
Oleh : Panji Kilbuty. Direktur PUSAT ADVOKASI MALUKU PEDULI ( PAMALI)
Editor : EB

