SPIONNEWS.ID, BAUBAU – Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menerapkan sistem absensi berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sidik jari (fingerprint) di SMP Swasta Tahfidz Qur’an Nurussyarif, Kota Baubau.
Program ini hadir sebagai solusi atas sistem absensi manual yang sebelumnya digunakan sekolah. Sistem manual dinilai kurang efisien karena membutuhkan waktu dalam pencatatan dan rekapitulasi serta berpotensi menimbulkan kesalahan data.
Melalui sistem baru tersebut, siswa cukup melakukan presensi menggunakan sidik jari yang telah terdaftar. Data kehadiran kemudian tercatat secara digital dan terhubung dengan sistem berbasis IoT. Dengan demikian, sekolah dapat mengelola data kehadiran secara lebih cepat, terstruktur, dan mudah dipantau.
Ketua tim pengabdian, Muhammad Hibrian Wiwi, S.T., M.Kom., mengatakan penerapan teknologi tersebut tidak sekadar mengganti absensi manual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan tata kelola administrasi sekolah.

“Dengan penggunaan sidik jari, identitas siswa dapat dikenali secara langsung ketika melakukan presensi. Data kehadiran juga dapat dikelola secara digital sehingga membantu sekolah dalam memantau kedisiplinan siswa.”
Kepala SMP Swasta Tahfidz Qur’an Nurussyarif, Nurmiati, S.Pd., mengapresiasi penerapan teknologi tersebut. Menurutnya, sistem fingerprint memberikan kemudahan bagi sekolah dalam mencatat dan memantau kehadiran siswa.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim Universitas Muhammadiyah Buton yang telah memberikan solusi teknologi untuk sekolah kami. Dengan absensi menggunakan sidik jari, siswa lebih mudah melakukan presensi dan guru juga lebih mudah memantau kehadiran mereka,” ujar Nurmiati.
Ia berharap sistem tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk mendukung digitalisasi administrasi sekolah.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pemasangan sistem, uji coba, pelatihan guru dan staf, penerapan, pendampingan, serta evaluasi. Pihak sekolah juga dilibatkan secara aktif dalam proses penggunaan dan evaluasi sistem agar teknologi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian UM Buton yang terdiri atas Muhammad Hibrian Wiwi, S.T., M.Kom. (NIDN 0930129003) sebagai ketua, bersama Dwi Agustyawati, S.E., M.M. (NIDN 0923089004), Muhamad Ridwan, S.Ag., M.A. (NIDN 0912017101), dan Muhamad Fazrun sebagai anggota.
Penerapan absensi fingerprint berbasis IoT diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung transformasi digital pendidikan di Kota Baubau, sekaligus membantu sekolah meningkatkan efisiensi administrasi, ketertiban, dan pemantauan kedisiplinan siswa. Program ini juga menjadi wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.(*)
Liputan : Tim SN

