Hj. Siti Norma Adios, Ajak Remaja Putri Cegah Stunting Sejak Dini

“SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING DI KALANGAN PELAJAR KETUA TP PKK BUTON SELATAN: GIZI BAIK SEJAK DINI, KUNCI GENERASI CERDAS DAN BERDAYA SAING”

SPIONNEWS, BATAUGA— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang ditujukan khusus kepada kalangan pelajar. Kegiatan ini dihadiri dan direspon secara langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Buton Selatan, Hj. Siti Norma Adios, yang menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak dini demi masa depan generasi, Stunting Bukan Sekadar Kurang Gizi

Dalam Sambutannya, Ketua TP PKK Buton Selatan Hj. Siti Norma Adios menegaskan bahwa persoalan stunting bukan sekadar masalah fisik, melainkan masalah pembangunan manusia, Anak-anak yang tumbuh sehat, mendapatkan gizi cukup, dan lingkungan yang baik akan memiliki kesempatan lebih besar menjadi generasi yang cerdas, produktif, dan mampu bersaing di masa depan. Karena itu, perhatian terhadap gizi harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan tidak hanya pada masa balita, tetapi juga pada masa sekolah dan masa remaja.”imbuhnya, Kamis, 17/9/2026. Al Safitri.

Masa remaja disebutnya sebagai periode yang sangat penting, karena terjadi pertumbuhan fisik dan perkembangan yang pesat:

“Kebutuhan gizi pada remaja meningkat pesat. Di saat yang sama, mereka mulai memiliki kebiasaan dan pilihan makanan sendiri. Kita perlu memperhatikan pola gizi remaja mulai dari kekurangan zat besi, anemia, gizi kurang, hingga pola konsumsi makanan yang tidak seimbang.”terangnya.

Ilmu tentang makanan bergizi, kebersihan diri, aktivitas fisik, dan pola hidup sehat harus terus ditanamkan dan ditingkatkan kepada anak-anak dan remaja.

Pencegahan stunting, lanjutnya, melibatkan seluruh pihak pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan:

“Upaya pencegahan dilakukan sejak sebelum seorang anak lahir melalui pemenuhan gizi bagi remaja putri dan calon pengantin hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak. Termasuk pemenuhan lingkungan yang sehat dan pola asuh yang baik.” Ajaknya untuk Mengubah Kebiasaan.

Kepada para pelajar, Hj. Siti Norma Adios mengajak untuk menjadikan hidup sehat sebagai kebiasaan, “Saya mengajak anak-anakku sekalian, jadikan pemenuhan gizi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Mari biasakan keluarga kita mengonsumsi makanan bergizi perbanyak protein, sayur, dan buah. Jaga kebersihan diri. Batasi makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak. Hindari makanan yang kurang sehat.”tuturnya.

Kepada para guru, beliau meminta turut mengingatkan dan memastikan pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri dikonsumsi dengan benar:

“Konsumsi satu tablet tambah darah itu sangat berarti. Angka kekurangan zat besi pada remaja putri di daerah kita masih rendah, ini butuh perhatian bersama.”ujarnya.

“Pengetahuan yang kalian peroleh hari ini, hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Teruskan juga kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing. Dengan kerja sama, kepedulian, dan komitmen kita semua, saya yakin kita dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.”kata Norma Adios.

Pada kegiatan tersebut hadir beberapa perwakilan siswa dari beberapa sekolah yang ada di wilayah kecamatan Batauga menjadi bagian daripada pentingnya program generasi belajar dalam penguatan gizi stunting. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *