SPIONNEWS, BAUBAU, — Anggota DPRD Kota Baubau Fraksi Partai Golkar, H. Hasan Basri, S.E., secara resmi menyampaikan desakan mendesak kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara maupun Pemerintah Pusat untuk segera mempercepat pembangunan serta renovasi menyeluruh Jembatan Biru Pulau Makassar di Kota Baubau. Hal ini dikemukakan mengingat kondisi jembatan yang dinilai sudah tua dan memprihatinkan, sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat membahayakan pengguna.
Pernyataan ini disampaikan di hadapan para pimpinan dan anggota dewan yang turut hadir, yaitu Ketua DPRD Kota Baubau, H. Rusdin, Aswan, Zanihu, serta Ibu Nur Rahma. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan bahwa perhatian terhadap keselamatan jembatan tersebut merupakan keprihatinan bersama seluruh anggota dewan.
Kondisi Jembatan Semakin Mengkhawatirkan
Dalam pernyataannya, H. Hasan Basri menegaskan bahwa Jembatan Biru Pulau Makassar merupakan jalur penghubung yang sangat vital bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut maupun masyarakat luas yang melintas. Seiring berjalannya waktu, struktur bangunan jembatan sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang semakin luas.
“Kami meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. Jembatan Biru Pulau Makassar ini sudah berusia lama, kondisinya sudah tidak lagi layak digunakan dalam kondisi seperti sekarang. Setiap hari warga melintas, baik pejalan kaki maupun kendaraan, dan risiko bahaya semakin nyata setiap harinya,” ungkap H. Hasan Basri.
Beliau menekankan bahwa perbaikan tidak boleh menunggu sampai terjadi musibah:
“Jangan menunggu sampai ada korban baru kita bergerak. Itu sudah terlambat. Renovasi dan perkuatan struktur jembatan ini harus segera dilaksanakan sekarang juga. Keselamatan warga adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda-tunda lagi.”
Kehadiran Ketua DPRD beserta para anggota memperkuat desakan ini — bahwa keprihatinan ini bukan datang dari satu orang saja, melainkan dari seluruh jajaran pimpinan dewan yang peduli terhadap keselamatan warga.
Jalur Vital yang Harus Tetap Terjaga
Jembatan Biru Pulau Makassar bukan sekadar bangunan penghubung, melainkan urat nadi pergerakan warga, sarana transportasi hasil bumi, serta akses pelayanan kesehatan dan pendidikan. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Warga tidak bisa menunda kebutuhan hidupnya hanya karena jembatan rusak. Mereka tetap harus lewat, berangkat bekerja, berobat, bersekolah. Jika jembatan tidak segera diperbaiki, siapa yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu? Kami tidak ingin melihat warga kita menjadi korban kelalaian,” tegas H. Hasan Basri.
Komitmen Mengawal Hingga Tuntas
Anggota DPRD Kota Baubau ini berjanji akan terus mengawal permasalahan ini bersama Ketua DPRD dan seluruh anggota dewan yang hadir, hingga anggaran serta pelaksanaan renovasi benar-benar terealisasi di lapangan.
“Bersama Ketua DPRD, Bapak H. Rusdin, Bapak Aswan, Bapak Zanihu, dan Ibu Nur Rahma, kami satu suara: perbaiki jembatan kami sebelum terlambat. Kami akan terus menyuarakan ini sampai ada jawaban nyata, sampai ada pekerjaan yang berjalan di atas jembatan tersebut demi keselamatan semua orang,” pungkas H. Hasan Basri. (Ha)
Editor : Harry

