H. Pomoli Womal, META’U’A Pulau Siompu Hadirkan Ridwan Badala

“META’U’A PULAU SIOMPU: WARISAN 4 ABAD PERSAHABATAN DIPERTAHANKAN HINGGA KINI”

SPIONNEWS, SIOMPU, Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Pulau Siompu dalam pelaksanaan acara adat agung Meta’U’A yang digelar oleh Masyarakat Adat Binawakili tahun 2026. Kegiatan yang berakar pada sejarah persahabatan sejak ratusan tahun lalu ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh para pemimpin daerah serta masyarakat luas.

Acara ini dihadiri langsung oleh, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Ridwan Badala, Wakil Bupati Buton Selatan, La Ode Risawal, S.H.,CPM. Sekretaris Daerah Buton Selatan, La Ode Harwanto, S.Pd., M.Pd., Para Anggota DPRD Kabupaten Buton Selatan, Kepala OPD lingkup Pemda Buton Selatan, Plt. Sekwan Buton Selatan, Camat Siompu beserta seluruh Kepala Desa, Tokoh Adat, Para Kepala Sekolah, Serta seluruh warga dan masyarakat adat Pulau Siompu.

Penerimaan Tamu Penuh Adab, Dihiasi Seni Budaya, Kegiatan diawali dengan penerimaan tamu kehormatan oleh para Tokoh Adat, yang kemudian berjalan sepanjang 50 meter menuju Baruga (Balai Adat). Di sepanjang jalan, para tamu disambut dengan kemegahan seni pertunjukan asli Siompu,

Kurang lebih 200 orang Penari Kolosal Linda Perempuan keanggunan gerak yang mencerminkan kesopanan dan kelembutan putri Siompu, Silat Alawamba ketegasan dan keperkasaan yang mewarisi semangat leluhur pelindung tanah air

Uraian Sejarah 400 Tahun dari Tokoh Adat

Dalam sambutannya, Tokoh Adat H. Pomili Womal, S. Pd. SD. menuturkan sejarah panjang yang menjadi dasar lahirnya tradisi Meta’U’A masyarakat adat Binawakili.

“Kegiatan ini bermula sejak 400 tahun yang lalu, ketika armada dari Pulau Jawa mendarat di pulau siompu pada tahun 1357 Masehi. Dan nantinya akan dipertontonkan tarian persahabatan yang dibawakan oleh pasukan armada Kedatangan mereka bukan untuk berperang, melainkan membawa persahabatan. Di sinilah terjalin ikatan persaudaraan antara masyarakat yang telah mendiami tanah ini dengan pasukan armada tersebut. Lambat laun mereka menyatu, menyeberang, ke Pulau Buton wilayah daratan dan menetap di daratan yang kini dikenal sebagai Daratan Gajah Mada.”ujarnya, Minggu, 20/9/2026.

H. Pomili menjelaskan bahwa tari-tarian yang ditampilkan termasuk Tari Pomani yang telah didaftarkan ke Kementerian Kebudayaan Indonesia — adalah bukti hidup persahabatan tersebut.

“Tarian ini bukan sekadar tontonan. Ia menceritakan kegembiraan, persaudaraan, dan penyatuan antara pendatang dan penduduk asli. Ini adalah warisan yang kami jaga setiap tahun, sebagai laporan pengabdian kami kepada leluhur, sekaligus perayaan kebersamaan seluruh masyarakat Siompu,” ungkap Tokoh Adat.

Acara yang dimulai sejak 16 September 2026 ini melewati beberapa tahapan sakral, hingga hari ini menjadi puncak perayaan yang dihadiri seluruh lapisan masyarakat.

Makna Meta’U’A: kegiatan masyarakat adat Binawakili yang telah dilaksanakan 400 tahun lalu ,Salam Persahabatan yang Tak Putus

“Kegiatan ini adalah cara kami menyampaikan dengan mendaratnya perahu yang sempat mendarat di pulau siompu yang diperkirakan dari Pulau Jawa yaitu tahun 1357, kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang menandakan kegembiraan sesekaligus menjaga janji persaudaraan yang diwariskan para pendahulu kami,” ujar H. Pomili dengan haru.

Ia juga menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sejak jauh hari sebelum acara, memastikan setiap tahapan berjalan tertib, khidmat, dan sempurna.

“Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh. Terima kasih pula kepada Bapak Wakil Bupati, Sekda, para pejabat, dan seluruh tamu yang telah hadir. Kehadiran Bapak-Ibu sekalian menjadi kehormatan besar bagi kami masyarakat Siompu.”ujarnya.

Acara Meta’U’A 2026 diharapkan bukan sekadar peringatan masa lalu, melainkan pengingat bahwa persatuan dan persahabatan adalah kekuatan terbesar. Siapa pun asalnya, dari mana pun datangnya, selama menyatu di tanah Siompu, adalah saudara. Semoga semangat persaudaraan ini terus dijaga, diwariskan, dan membawa kemakmuran bagi Buton Selatan khususnya, serta bangsa Indonesia pada umumnya. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *