KEPALA BPBD SIAPKAN SUMBER DAYA, PETA RISIKO, DAN SISTEM INFORMASI TEPAT AGAR TANGGULANG BENCANA EFEKTIF

SPIONNEWS, BATAUGA, — Rapat Koordinasi Kerja Sama Antar Lembaga dan Kemitraan Penanggulangan Bencana digelar di Kabupaten Buton Selatan. Kepala BPBD Buton Selatan, Suharuddin Singka, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak bisa menunggu bencana datang sumber daya, peta risiko, mekanisme kerja sama, hingga sistem informasi harus sudah disiapkan sejak dini.

Dalam Rapat Koordinasi kerjasama antara Lembaga & Kemitraan dalam Penanggulangan Bencana, yang menghadirkan Sekda Buton Selatan, Perwakilan Kapolres Buton, Kepala Basarnas, Kepala BMKG Kota Baubau, staf Ahli Bidang Pemerintah, Kepala BAPPEDA, Kepala Dinas Sosial, Kepala Kominfo, Kepala Satpol-pp, Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan, Perwakilan PMI Kabupaten Buton Selatan, Perwakilan Dinas Damkar, Kepala Dinas Pertanian, Perwakilan Dinas Pendidikan dan beberapa Dinas lintas sektor.

Dalam pemaparan Kepala BPBD Buton Selatan Suharuddin Singka menyampaikan bahwa kesiapan sumber daya manusia adalah langkah paling mendasar,

“Manusia punya kapasitas, semoga tidak ada bencana. Tetapi kita harus siapkan diri sejak sekarang. Kita belum memiliki pemetaan jenis bencana secara menyeluruh, belum tahu persis kebutuhan dasar, kerusakan yang mungkin terjadi, serta cara pemulihannya. Melalui rapat ini, kita saling memahami peran masing-masing,” ujarnya.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPBD Nomor 308 Tahun 2024, dibentuk 6 Kelompok Kerja yang akan memperkuat sinergi penanggulangan bencana di seluruh lini. Ini adalah langkah kedua setelah pembentukan kelompok sebelumnya, menandai komitmen berkelanjutan pemerintah daerah.

Efektifkan Mekanisme Koordinasi, Cegah Risiko Tambang & Penebangan, menurut Suharuddin menyoroti pentingnya menyisir potensi ancaman bencana yang bersumber dari aktivitas manusia, seperti penambangan dan penebangan hutan yang telah mengurangi daya lindung lingkungan.

“Kita harus efektifkan mekanisme koordinasi dari pencegahan, masa tanggap darurat, hingga pemulihan. Rencana kajian kebencanaan harus menjadi pedoman bersama, sehingga saat bencana terjadi, kita tahu siapa melakukan apa, di mana, dan apa yang dibutuhkan,” tegasnya.

Ia Menambahkan, Sistem Informasi Harus Valid, Tidak Sebar Kabar Tanpa Konfirmasi Khusus atau Hoax, terkait penyebaran informasi, Suharuddin menekankan pentingnya verifikasi sebelum pemberitaan.

“Saat ini sedang terjadi kebakaran hutan. Informasi yang masuk harus diverifikasi terlebih dahulu apakah benar kebakaran, atau hanya sampah yang dibakar? Kami menugaskan petugas khusus untuk memastikan setiap laporan. Hingga kemarin siang, tercatat 76 titik api yang dilaporkan. Angka ini mengingatkan kita untuk bekerja sama, bukan saling tuduh,” jelas nya.

Bencana Menurut Kepala BPBD Undang-Undang: Bukan Semua Kejadian Adalah Bencana, Mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, Suharuddin menjelaskan definisi bencana agar tidak terjadi kesalahpahaman,

“Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta kehidupan masyarakat yang disebabkan oleh alam, non-alam, maupun manusia, sehingga menimbulkan kerugian jiwa, kerusakan lingkungan, dan lain-lain. Tidak semua kejadian dikategorikan sebagai bencana. Ada batas ambang jika masih bisa ditangani secara mandiri, maka itu bukan bencana skala besar,” urainya.Jum’at, 25/9/2026.

Pahami Potensi & Tiga Fase Penanggulangan, Pemahaman terhadap tiga fase kebencanaan menjadi kunci: Pra-Bencana, Tanggap Darurat, dan Pasca-Bencana. Potensi bencana di Buton Selatan meliputi, Gempa bumi & tsunami mengingat wilayah berbatasan langsung dengan laut dan dilintasi Sesar Buton, Banjir, longsor, gelombang pasang terutama saat musim hujan dan peralihan musim, Kebakaran hutan & lahan diperparah El Nino yang memperpanjang kemarau

“Kita berada di jalur yang rawan. Jarak gempa yang terjadi belakangan ini berkisar 38–43 km dari wilayah kita. Kita harus waspada dan bersiap,” tambahnya.

Sinergi Semua Pihak Kunci Keberhasilan, Kata Suharuddin menutup dengan ajakan bersatu: kesiapsiagaan bukan tugas BPBD saja, melainkan seluruh unsur masyarakat, lembaga, tokoh adat, agama, hingga perorangan.

“Jangan menunggu bencana baru bergerak. Mari kita peta risiko, susun rencana, dan bangun komunikasi yang kuat mulai hari ini. Keselamatan kita adalah tanggung jawab kita bersama,” pesannya. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *