SPIONNEWS.ID, Maluku – Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 79, masyarakat (warga) RT 20 Perumnas Blok IV Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Madya Ambon Provinsi Maluku memupuk rasa nasionalisme dan kesadaran berlingkungan dengan berpartisipasi dalam berbagai jenis perlombaan.
Kepala Pemuda RT 20 Perumnas Blok IV, Bang Saliongā© menuturkan, pesan yang harus kita ambil dalam perayaan HUT Kemerdekaan RI kali ini adalah menjiwai semangat pendahulu yang telah berjuang mengorbankan jiwa dan raganya dengan menerapkan semangat juang itu dalam berlingkungan.
Bang Lion melanjutkan, sebagai generasi hari ini kita wajib memupuk persaudaraan dan jiwa nasionalisme antar pemuda agar terjalin keakraban dan persatuan di dalam Lingkungan Desa Waiheru, khususnya di Perumnas Blok IV.

Sementara itu, selaku penggagas dalam acara perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di lingkungan tersebut, Bang Elman Elsio menyampaikan, kegiatan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan mengusung tema nasional “Nusantara Baru Indonesia Maju”. “Kita kemas dalam kegiatan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Bang Elman menambahkan, kegiatan HUT Kemerdekaan RI kali ini diadakan dalam berbagai jenis perlombaan, antara lain lomba tarik tambang, pukul bantal, gigit sendok, tangkap balon dan ada beberapa lomba lainnya. “Semua kegiatan itu kita adakan di sungai yang sudah kita bersihkan beberapa bulan lalu,” kata Elman.
Lebih lanjut, Bang Elman menjelaskan, kegiatan perlombaan ini memberikan pesan kepada masyarakat bahwa sungai adalah tempat bermain anak-anak (guna mengurangi anak bermain gadget, red), tempat belajar anak-anak. “Untuk itu, sungai harus bersih dan sebagai manusia yang memiliki tugas untuk melindungi, menjaga dan melestarikan alam,” tegas Bang Elman.
Lebih jauh, Bang Elman sampaikan; “Kita harus kembalikan fungsi sungai seperti sedia kala. Untuk itu, kesadaran untuk tidak membuang sampah pada sungai harus menjadi kesadaran bersama, sehingga ketika sungai ini bersih, maka habitat-habitat lainnya yang mendiami sungai tersebut akan hidup,” katanya.
Menurutnya, ada saling ketergantungan dalam ekosistem sungai, sehingga agar populasi habitat makhluk hidup di sungai tersebut bisa terjaga dan berjalan secara alami, sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga ekosistem lingkungan sungai. (*)

Liputan: Erwin Banea
Editor: Rusly, S.Mn.

