SPIONNEWS.ID, MALUKU – Masyarakat Negeri Pasahari mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan oleh PLN IUW Maluku – Maluku Utara dalam merespon setiap laporan masyarakat akan kebutuhan listrik untuk penerangan rumah.
Hal ini disampaikan warga Negeri Pasahari dalam video singkat yang dikirimkan mereka ke awak media spionnews.id, Selasa (04/03/2025).
Ahmad Salatin menuturkan, Mereka masyarakat Negeri Pasahari Kampung Lama dan Kampung Baru Kecamatan Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku mengapresiasi gerak cepat PLN IUW Maluku – Maluku Utara dalam menyerap laporan dan aduan masyarakat perihal padamnya listrik di wilayah itu.
“Terima kasih kepada Kepala Maneger PLN IUW Maluku – Maluku Utara yang memahami kondisi masyarakat akan pentingnya kebutuhan listrik, Bapak Awat Tuhulaula Layak Pimpin PLN,” tuturnya.
Baca Juga : Pil Pahit Ramadhan Dari PLN : Kegelapan Masih Dirasakan Masyarakat Pasahari
Masih kata Salatin, Keperluan akan listrik di Pulau Seram menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat, “Terima kasih kepada Pak Awat Tuhulaula selaku Pimpinan PLN di Maluku yang telah memahami aspirasi dan kondisi masyarakat Pasahari dan sekitarnya.” imbuh Salatin.
Di tempat yang sama, Jaludin bersama warga Pasahari Kampung Lama lainnya, ketika melakukan video call bersama dengan awak media menuturkan; “Katong merasa senang karena pihak PLN telah menyalakan lampunya. Padahal sebelumnya kita sering cemas karena listrik sering padam, apalagi pada 3 bulan terakhir ini katong hidup tanpa listrik,” ujarnya.
Untuk itu, tak lupa pula mereka menghaturkan banyak terima kasih. “Terima kasih PLN karena sudah memahami kebutuhan listrik buat warga, apalagi ini di bulan Ramadhan. Kebutuhan listrik itu menjadi penting di kehidupan sehari-hari kami,” ucap Jaludin.
Lebih lanjut, Jaludin menyampaikan, semoga masyarakat Pasahari dan sekitarnya dapat merasakan disribusi listrik dari pihak PLN bukan di bulan Ramadhan ini saja tetapi di setiap harinya, baik siang maupun malam untuk tahun-tahun kedepannya. “Desa Terang Indonesia Emas, terima kasih PLN,” imbuhnya.(*)
Editor : Erwin Banea & Sdr. RAL
