BPBD Himbau Masyarakat Buton Selatan Waspada Bencana

“BPBD Ingatkan 5 Wilayah di Buton Selatan Berpotensi Langganan Fenomena Hidrometeorologi”

SPIONNEWS, BATAUGA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buton Selatan ingatkan 5 titik ini berpotensi menjadi langganan fenomena hidrometeorologi.

5 titik tersebut yakni diantarnya Desa Gunung Sejuk, Jaya Bakti, Katilombu, Todombulu, Masiri, Kolowu, dan area SMAN 4 Sampolawa yang berpotensi memicuh hidrometeorologi sepanjang musim kemarau tahun ini.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buton Selatan, Suharuddin Singka mengungkapkan dalam 6 bulan terakhir wilayah Buton Selatan telah terjadi fenomena hidrometeorologi yang menyebabkan banjir, tanah longsor, abrasi dan gelombang tinggi.

“Sebanyak 100 kepala keluarga terkena dampak dari banjir bandang yang diakibatkan oleh fenomena tersebut. Saat ini, pihaknya tengah menanggulangi abrasi yang hampir menelan setengah dari wilayah SMA Negeri 4 Sampolawa”Ujarnya.

Lanjutnya, Peristiwa tersebut tidak lepas dari hidrometeorologi yang memicu intensitas curah hujan yang tinggi dan gelombang air laut yang tinggi sehingga abrasi pada tebing tersebut semakin parah.

Kendati demikian, Suharuddin mengatakan bahwa beberapa bencana alam tersebut ada yang telah menjadi langganan setiap tahunnya.

Ia menegaskan, Untuk itu, diperlukan kerjasama dan partisipasi antara Pemerintah Desa setempat dengan warga sekitar untuk bersama menangani bencana alam sering terjadi saat musim hujan.

“Kejadian atau peristiwa yang terjadi setiap tahunnya, kejadian seperti itu seharusnya menjadi tanggung jawan Pemdes setempat dengan melakukan gotong royong dengan warganya,” Ungapkanya, Rabu (16/7/2025).

Ia menuturkan, berdasarkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa Buton Selatan terancam dengan cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi. Oleh sebab itu,

Ia mengimbau bagi masyarakat Buton Selatan yang rata-rata berprofesi sebagai petani dan nelayan agar memperhatikan kondisi cuaca serta tidak berpergian sendiri baik ke kebun maupun hendak menangkap ikan.

Utamanya membawa identitas seperti KTP dan lain sebagainya, masyarakat juga dihimbau agar waspada terhadap hewan buas seperti ular piton yang belum lama ini menewaskan satu orang warga asal Kelurahan Majapahit.

Sementara itu, Prakirawan BMKG Baubau, Yamin Saleh Saidu mengatakan mulai dari 1 – 20 Juli intensitas hujan terjadi sedang di wilayah Buton Selatan dengan 50 – 150 meter dasarian. Dilihat dari dinamika atmosfer untuk satu minggu kedepan berpotensi hujan namun berbeda dengan periode Juni lalu.

Untuk ketinggian gelombang sebab saat ini masuk musim angin timur, ketinggian gelombang pada Kecamatan Kadatua – Siompu berkisar 1 meter dan masih kategori aman. Sementara itu kecepatan angin berada pada kisaran 5 knot dari arah timur laut – Tenggara. (Ha)

Editor: Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *