Bupati Buton Selatan, Dampingi Menteri PU Tinjau Jembatan Buton Muna

SPIONNEWS, BATAUGA – Bupati Buton Selatan mendampingi Menteri Pekerjaan Umum yang hadir di Kota Baubau dalam rangka meninjau lokasi pembangunan proyek jembatan penghubung antara Pulau Muna dan Pulau Buton.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Gubernur Sulawesi Tenggara, Dan beberapa kepala daerah ikut hadir, diantaranya, Bupati Kabupaten Buton, Bupati Buton Tengah, Walikota Baubau dan beberapa petinggi dinas pekerjaan umum Provinsi Sulawesi Tenggara.

Ketika dikonfirmasi Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios menuturkan, Dengan nantinya ada jembatan Buton Muna, sebenarnya tidak akan banyak mempengaruhi, hanya saja proses penggunaan Jembatan dan Jasa Ferry yang sekarang, tergantung masyarakat. kita akan menghitung kos bahan bakar, berapa yang masuk di jembatan layang dan berapa yang masuk harga Ferry, untuk jasa Ferry tentu akan murah, dan jasa jembatan akan bisa lebih mahal, tergantung pasarannya saja.

“Contoh seperti jembatan suramadu, untuk mobilisasi massa mengunakan Jembatan sedangkan yang terjadi Ferry tetap berjalan terus, semua tergantung persaingan pasar, karena jembatan yang akan dibuat pasti yang ingin melewati akan dikenai tarif, tetapi saya yakin dan percaya pasti lebih murah Ferry, karena Ferry di subsidi oleh pemerintah” ungkapnya. Di ruang kerjanya, Selasa, 15/7/2025.

Ia menegaskan, untuk dampak dari pembuatan jembatan Buton Muna, antara Kota Baubau dan kabupaten Buton Selatan, merupakan dua wilayah yang tak bisa dipisahkan.

“Untuk menjawab hal itu semua, kita bisa diibaratkan antara Jakarta dengan Tanggerang, terkadang sulit tidak bisa dibedakan mana Tangerang mana Jakarta” ungkapnya, pada awak media.

Menurut Adios, hal ini juga serupa dengan Kota Baubau, untuk memperluas kondisi, harus bisa merangkul wilayah Kabupaten Buton Selatan, di mana masih banyak hamparan yang cukup luas, dan kosong, sedangkan Kota Baubau sudah terlihat sempit.

“Saya sudah punya perencanaan persiapan membuka jalur jalan seluas 30 meter, akan saya buat di bagian atas, sedangkan di jalan di bawah kemungkinan kita tidak pakai sebagai jalur utama” ungkapnya.

“Terkait dengan itu semua, Saya juga meminta beberapa tokoh untuk mendesain Kabupaten Buton Selatan, seperti profesor Sumbang Baja, dan saya juga dibantu oleh sebab MZ Amirul Tamim, dalam mendesain Kabupaten Buton Selatan, sehingga menjadi kota baru yang maju dan berdaya saing” jelasnya.

Bupati Buton Selatan menuturkan, tidak menutup kemungkinan kantor Gubernur Baru akan masuk di wilayah Kabupaten Buton Selatan. Karena Kota Baubau tidak bisa dipaksakan untuk pelebaran jalannya, sedangkan untuk Kabupaten Buton Selatan masih bisa pelebaran jalannya.

Jalur yang besar tersebut kemungkinan akan menjadi salah satu jalur utama menuju ke Kantor Bupati Buton Selatan yang baru akan dibangun, dan akan membuat jalur wilayah Kecamatan Sampolawa menjadi kurang lebih 15 menit mengunakan kendaraan.

Untuk pertumbuhan ekonomi kemungkinan besar akan menjadikan kota bau-bau sebagai Kota jasa perdagangan sedangkan wilayah kabupaten Buton Selatan menjadi salah satu daerah yang menyokong Kota Baubau ke depan. (Ha)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *