Relima Buton Selatan : Advokasi Literasi, Dorong Optimalisasi Taman Baca dan Perpustakaan Desa di Tiga Kecamatan

Spionnews.id – Buton Selatan, Minggu, 20/7/2025 Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Buton Selatan Rizkiani melakukan serangkaian kunjungan dan advokasi literasi di tiga kecamatan, yakni Batauga, Sampolawa, dan Lapandewa, dalam rangka inventarisasi kebutuhan sumber daya pengelolaan perpustakaan, serta pemanfaatan bantuan Perpustakaan Nasional RI di sejumlah Taman Baca Masyarakat (TBM) dan perpustakaan desa.

Kegiatan ini menyasar beberapa titik strategis di wilayah tersebut, antara lain: Taman Baca Gerakan Pemuda Peduli Generasi Busoa Tuamaruju, Taman Baca Al-Hijrah Majapahit, Taman Baca Malanga Sampolawa, Perpustakaan Desa Gunung Sejuk, Perpustakaan Kampung Literasi Gaya Baru, Pemuda Taman Baca Sangia Yi Gola Desa Sandang Pangan.

Dalam diskusi bersama pegiat literasi lokal, para pengelola TBM dan perpustakaan desa mengungkapkan, bahwa kehadiran buku-buku bacaan bermutu yang diberikan oleh Perpusnas sangat membantu pengembangan aktivitas literasi di tingkat akar rumput.

Buku-buku tersebut dinilai relevan dan mampu menarik minat baca anak-anak hingga orang dewasa, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital yang kian pesat.

Meski demikian, masih terdapat tantangan signifikan, seperti minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola TBM dan perpustakaan desa yang berdampak pada terbatasnya jam layanan dan ragam program literasi.

Relawan Relima Rizkiani menyampaikan, bahwa kunjungan ini bukan hanya sebatas advokasi dan kunjungan terkait bantuan buku, melainkan juga untuk memetakan kebutuhan TBM secara menyeluruh, Mendorong kolaborasi antara pegiat literasi, pemerintah desa dan Perpusnas Menyusun strategi advokasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas layanan literasi.

“Kita tidak hanya ingin mengadvokasi, tapi juga hadir sebagai mitra pendamping bagi TBM dan perpustakaan desa agar literasi bisa tumbuh dengan kuat di masyarakat,” ujar Rizkiani di sela kunjungan.

Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah awal menuju penguatan budaya baca yang berkelanjutan di Buton Selatan, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan literasi sebagai bentuk kontribusi nyata membangun desa.( An)

Editor: Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *