Amir : Lestarikan Budaya Spritual Pulau Siompu, Jaga Generasi

SPIONNEWS, Siompu – Sebagai penguatan dalam menjaga kelestarian budaya dan keyakinan yang ada di Kabupaten Buton Selatan, seorang tokoh muda melakukan perubahan besar untuk bisa memberikan pemahaman terkait adat dan keyakinan sehingga memberikan keterangan untuk generasi muda dan masyarakat pada umumnya, tentang apa saja yang harus dilakukan untuk bisa mempertahankan adat budaya Buton yang ada di Pulau Siompu.

Tokoh muda ini telah bergerak dalam waktu 5 tahun ini, secara mandiri untuk bisa menghadirkan pola dan landasan utama pada pembangunan karakter Bangsa dan budaya di negeri Buton, khususnya di Buton Selatan.

Ketika di temui di Rumahnya, Tokoh Muda Amir mengatakan “saya merupakan salah satu orang yang percaya bahwa karakteristik budaya Buton dalam keyakinan keislaman Buton yang begitu unik, sehingga mampu menciptakan manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Seperti yang kita ketahui bersama belum lama ini, kita diviralkan bahwa ada warga Asing masuk ke pulau Siompu dengan berlatar belakang Wisata, ia mendatangi desa – desa tua, yang bersejarah dan sakral, dimana pada akhirnya ada warga kita yang berpindah keyakinan” ungkapnya, Kamis, 4/9/2025.

Menurut Amir, Hal itu telah berlangsung cukup lama hampir setahun lebih para warga asing itu masuk untuk melihat desa – desa tua, yang ada di pulau Siompu, dalam catatan sejarah yang mereka miliki, ada beberapa tempat di pulau Siompu, yang saat ini telah berubah.

“Dari keterangan yang saya dapat, warga yang pindah keyakinan itu, bukan saja karena desakan ekonomi, tapi karena kurangnya pengetahuan dan perhatian kita tentang penanaman pemahaman moral budaya keislaman yang ada di Buton kepada masyarakatnya. Sehingga masih banyak warga kita yang dengan mudahnya berpindah keyakinan” tuturnya.

Menurut Amir, Semoga ke depannya kita bisa melakukan komunikasi bersama kepada masyarakat yang sempat pindah keyakinan tersebut, setelah mereka bertemu dengan Bupati, dan Kementerian Agama, saya pun merangkul mereka untuk menumbuhkan kembali dasar – dasar kebudayaan Islam Buton yang selama ini telah mereka tinggalkan.

“Alhamdulillah, dengan pendekatan ini, kelembagaan yang saya Bagun yaitu Istana Bangsa, bisa menjadi wadah untuk bagaimana kita menyikapi perbedaan dan bagaimana kita menghadapi tantangan masa depan yang semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, terutama pemahaman terkait Adat budaya Buton yang semakin di tinggalkan oleh masyarakat adat Buton itu sendiri” jelasnya.

Tutur Amir , Saya sebagai masyarakat adat,kata Amir, Lanjutnya, dan pendiri istana bangsa, mencoba memberikan solusi, dan saya juga telah beberapa kali di panggil oleh pihak Kesbangpol Pemprov Sultra, untuk bisa data agar masyarakat adat bisa diwadahi dengan lembaga istana bangsa ini. (Ha).

Editor: Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *