Pesta Adat Meta’U A, Hadirkan Sejarah Masa Lalu

“Bupati Buton Selatan Sebut Ritual Meta’ua Simbol Pemersatu Elemen Masyarakat di Siompu”

‎SPIONNEWS, SIOMPU – Pesat Adat Meta’U A merupakan salah satu acara adat yang ada di Pulau Siompu, yang melibatkan banyak tokoh masyarakat dan masyarakat sekitarnya, Hadir juga Seluruh kepala OPD, para Anggota DPRD Buton Selatan, turun juga Ketua Tim Penggerak PKK Buton Selatan.

Dalam Sambutannya Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios sebut ritual adat Meta’ua di Pulau Sioumpu, Kabupaten Buton Selatan wadah silaturahmi masyarakat dari berbagai latar belakang.
‎
‎Pasalnya di Pulau Sioumpu dahulu bagian dari 72 kadis yaitu pembagian wilayah administrasi yang dipimpin oleh seorang Bonto sekaligus membawahi empat orang parabela (kepala adat) yang berasal dari Molona, Kaimbulawa, Biwina Pada/Nggula-nggula, dan Lontoi. Ritual Meta’ua merupakan simbol permesatu desa-desa yang ada di Pulau Sioumpu dari berbagai elemen lapisan masyarakat.


‎
‎”Beda Desa, beda adat tapi buat saya tidak ada bedanya, ritual Meta’ua hari ini bukan hanya dihadiri oleh warga dari dua Kecamatan di Pulau Siompu melainkan juga ada yang luar datang menyaksikan prosesi sakral ini,” Ujar Adios, Minggu (20/9/2025).
‎
‎Adios juga mengapresiasi kerja keras para tokoh masyarakat yang begitu konsisten dalam melestarikan cagar budaya tanpa benda itu dengan serangkaian acara yang meriah tanpa mengurangi nilai kesaklaran dari ritual tersebut.
‎
‎”Alhamdulillah dari tokoh masyarakat yang bekerja begitu keras sehingga acara hari ini berjalan dengan baik,” Tutur Adios.
‎
‎Ia menuturkan Pemkab Buton Selatan mendukung penuh kegiatan ritual adat Meta’ua di Kecamatan Sioumpu, bahkan Ia berharap cagar budaya tak benda itu tetap dilestarikan sehingga menjadi warisan turun temurun ditengah perkembangan teknologi informasi komunikasi.
‎
‎Lebih jauh lagi, Pembina Adat Binawakili Kecamatan, Pomili Womal sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buton Selatan, menuturkan tradisi Metaua bukan hanya sebagai media untuk tempat berkumpulnya masyarakat dari desa-desa tersebut. Namun, merupakan media untuk melakukan musyawarah membahas keseteraan dan kesejahteraan masyarakat dan desa-desa yang tersebar di Pulau Sioumpu.
‎
‎Tradisi Metaua sendiri digelar selama tiga hari berturut-turut yang dirangkaikan dengan acara Kande-Kandea (Makan bersama) seluruh masyarakat dari berbagai lapisan elemen di Baruga Binawakili, Desa Nggula-nggula, Kecamatan Sioumpu, Kabupaten Buton Selatan.
‎
‎Ia berharap ritual adat seperti Metau di Pulau Sioumpu dapat dipromosikan baik oleh OPD terkait maupun para stakeholder. Utamanya para insan pers sehingga dapat menjangkau dari luar wilayah Kabupaten Buton Selatan. (***)

Editor : Harry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *