‎DPK GMNI FEB UHO Sukses Gelar Muskom, Lahirkan Kepemimpinan Baru‎‎

SPIONNEWS, Kendari - Musyawarah Komisariat (Muskom) DPK GMNI FEB UHO kembali menjadi panggung penting bagi proses regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi mahasiswa yang berasaskan Marhaenisme ini. ‎‎Musyawarah Komisariat ini di laksanakan di gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (UHO) 7 /12/ 2025 di Kendari.

‎Dalam sambutannya, Ketua DPK GMNI FEB UHO, Irman mengatakan agenda Musyawarah Komisariat ini sebagai bentuk pergantian tongkat estafet kepemimpinan tetapi bukan hanya sekadar rutinitas struktural, tetapi menjadi ajang konsolidasi ide, evaluasi gerakan, sekaligus penegasan kembali jati diri organisasional GMNI di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (UHO).‎‎

"Muskom tahun ini menunjukkan dinamika yang cukup hangat. Perdebatan, penyampaian kritik, hingga adu gagasan di forum menjadi tanda bahwa kader-kader GMNI FEB UHO masih memelihara tradisi dialektika yang sehat," Tegasnya.‎‎

Pada titik inilah Muskom menemukan maknanya: Melahirkan pemimpin yang bukan hanya siap memegang tampuk organisasi, tetapi juga memiliki visi dan kesadaran ideologis yang kuat.‎‎Dalam kesempatan yang sama Ketua DPC GMNI Kendari, Awal mengatakan pergantian kepemimpinan di tubuh komisariat harus dipahami sebagai proses estafet perjuangan. Pemimpin sebelumnya telah menyelesaikan perannya, membangun fondasi kaderisasi dan pergerakan di tingkat fakultas.

‎‎Kini, estafet itu berpindah tangan kepada generasi baru yang diharapkan mampu membawa organisasi menuju gerak yang lebih progresif, adaptif, dan relevan bagi mahasiswa ekonomi di era perubahan.‎Namun, regenerasi tidak bisa hanya dimaknai sebagai pergantian nama di dalam struktur. ‎‎

Ia membeberkan, tantangan ke depan akan semakin kompleks, dinamika kampus yang berubah, kebutuhan penguatan basis intelektual kader, hingga agenda pergerakan yang harus lebih dekat dengan persoalan rakyat, khususnya isu-isu ekonomi kerakyatan.‎‎

"GMNI FEB UHO harus mampu menjawab tantangan ini melalui kepemimpinan yang solid, demokratis, dan berorientasi pada gagasan," Harapnya.‎‎

Muskom kali ini juga memberi pesan kuat tentang pentingnya persatuan. Perbedaan pandangan yang muncul selama forum adalah bagian wajar dari proses demokrasi organisasi. Namun, setelah palu sidang diketuk, seluruh kader kembali dipertemukan dalam satu garis perjuangan yakni melanjutkan cita-cita perjuangan Marhaenisme di lingkungan kampus dan masyarakat.

‎‎Harapan kini tertuju pada kepengurusan baru yang terpilih. Mereka ditantang untuk menjaga marwah GMNI sebagai organisasi kader yang ideologis, progresif, dan konsisten bersuara untuk kepentingan rakyat kecil. Sementara itu, kader lainnya berkewajiban mengawal dan menguatkan kerja-kerja organisasi secara kolektif.‎‎

Pada akhirnya, Muskom bukan sekadar forum, tetapi ruang pembuktian bahwa GMNI FEB UHO tetap hidup sebagai rumah ide, laboratorium kepemimpinan, dan arena perjuangan bagi generasi muda Marhaen.‎‎Terakhir kegiatan tersebut juga turut di hadiri oleh Eks Ketua DPC GMNI Kendari Rasmin Jaya.

Ia berpesan, bahwa DPK GMNI FEB UHO telah mencetak sejarah dengan melahirkan kepengurusan baru di Cabang tetapi kerja kolektif kolegial harus tetap di jaga, kekompakan dan solidaritas menjadi modal kita semua dalam melaksanakan setiap agenda GMNI Kendari.

‎‎Tak hanya itu, ia juga menegaskan dalam kepengurusan Cabang ke depan akan menghadapi masa transisi, tantangan tetapi bahwa optimis untuk tetap menjalankan tanggung jawab organisasi dan ideologi harus di barengi dengan semangat gotong royong. ‎‎Melaksanakan program sebagai keputusan strategis serta mengawal isu-isu kerakyatan di Kota Kendari khususnya di Sulawesi Tenggara secara umum.

‎‎Kegiatan itu turut di hadiri oleh anggota dan kader GMNI Kendari sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan dalam menunjang gerak juang organisasi.‎‎(**)

Editor : Harry ‎‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *