SPIONNEWS, Batuatas – Banyaknya Bantuan pendidikan yang diturunkan oleh perintah pusat, dalam program Indonesia Pintar (PIP) ternyata masih banyak siswa yang layak menerima bantuan tersebut tidak di dapat oleh sebagian siswa yang ada di Batu Atas.
Hal ini menjadi salah satu pemicu tingkat pendidikan yang rendah dan kwalitas Pemerintah daerah lemah dalam melakukan tugas Pengawasan lebih dekat oleh penerima Manfaat.Tokoh muda Buton Selatan yang tergabung dalam Gema Busel, Melakukan riview ke Wilayah Pulau Batu Atas, ternyata masih banyak siswa yang tidak menerima PIP tersebut.
ketika dikonfirmasi, LAODE selaku Ketua Gerakan Muda Buton Selatan berharap dari pihak pemerintah,inspektorat,kpk untuk memeriksa penggunaan dana BOS dan PIP yg ada di SMA Negeri 1 Batuatas di Buton Selatan, dari hasil investigasi kami di lapangan, banyak sekali kami temukan informasi tentang penggunaan dana BOS dan PIP yang tidak transparan dari pihak sekolah.
"Dan lebih ironisnya dana PIP yang di dapatkan oleh siswa harus di potong lagi untuk kebutuhan sekolah, pada hal yang kita ketahui bersama bahwasanya dana PIP batuan langsung dari pusat yang di mana pihak sekolah tidak oleh melakukan pemungutan atau pemotongan sepersen pun dari siswa ketikan mendapatkan dana PIP tersebut" Terangnya, 12/12/2025.
Lebih jauh, Program pemerintah pusat untuk kemajuan dunia pendidikan di Indonesia terus di utamakan agar anak anak Indonesia semakin pintar dan terus berkembang demi kemajuan suatu bangsa dan daerah.
"Kami dari sangat menyayangkan sekali program - program ini seringkali di manfaatkan oleh pihak sekolah, meskipun dia tau resiko yang akan dihadapinya" Ujarnya.
Laode mengungkapkan kemungkinan ada puluhan juta dana BOS dan PIP yang di selewengkan oleh pihak sekolah SMA N 1 BATUATAS KAB BUTON SELATAN, bahkan ada beberapa orang tua siswa maupun siswa yang tidak dapat dana PIP seharusnya mendapatkan bantuan dana PIP dari pihak sekolah tapi ini tidak sama sekali mendapatkan dana PIP tersebut,.
"Dan ada juga siswa yang dapat dana PIP tapi tidak sesuai dengan nominal yang di dapatkan setelah kami konfirmasi di beberapa orang tua siswa hasilnya nihil dan kejadian ini sering kali di lakukan oleh pihak sekolah, padahal pihak sekolah sudah di berikan bantuan dana BOS" tegasnya.
Menurut Ketua Gerakan Muda Buton Selatan (Gema Busel) mengecam tindakan kepala sekolah SMA N 1 BATUATAS untuk bertanggung jawab atas tindakan yang sudah di lakukan.
Lanjutnya, Dari hasil investigasi kami di lapangan,yang lebih ironisnya ketika kami survei di lapangan bahwasanya dana PIP yang di berikan oleh pihak sekolah Hanya untuk orang-orang terdekatnya saja, kejadian ini seringkali terjadi ketika dana PIP di keluarkan oleh pihak sekolah,dari pihak sekolah sering melakukan tindakan ini untuk menutupi anggaran dari pihak orang tua siswa maupun siswa tersebut.
Kami dari Gerakan Muda Buton Selatan bahwasan pihak sekolah telah melakukan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme KKN.
" Kami berharap dari pihak yang berwajib agar secepatnya melakukan tindakan agar kejadian ini tidak terulang kembali, periksa dan tangkap kepala sekolah SMA N 1 Batu Atas, kami meminta dari pihak PEMERINTAH,KPK,INSPEKTORAT,dan KEJAKSAAN, sesegera mungkin periksa kepala sekolah SMA N 1 BATUATAS kab. Buton Selatan,agar persoalan ini bisa terselesaikan dan yg mendapatkan dana PIP tepat sasaran" Terangnya. (**)
Editor: Harry

