PAMALI Tegaskan Isu Pesta Miras di Ruang Kerja Kepala BPJN Maluku Tidak Benar

SPIONNEWS.ID, MALUKU – Pusat Advokasi Maluku Peduli (PAMALI) menegaskan bahwa informasi terkait dugaan pesta minuman keras di ruang kerja Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku adalah tidak benar.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur PAMALI, Panji Kilbuti, menyusul beredarnya sejumlah pemberitaan yang menyebut Kepala BPJN Maluku bersama beberapa pihak lainnya terlibat pesta miras di ruang kerja.

Menurut PAMALI, pemberitaan yang beredar tidak disertai informasi yang tervalidasi dan tidak menggambarkan situasi yang sebenarnya terjadi. Panji menjelaskan bahwa kegiatan yang dimaksud merupakan seremoni Serah Terima Jabatan (Sertijab) Pejabat Struktural Eselon IV sekaligus Rapat Pembukaan Tahun Kerja 2026 yang dilaksanakan di ruang kerja Kepala BPJN Maluku beberapa minggu lalu sebelum bulan Ramadhan.

“Prosesi Sertijab berlangsung hingga selesai tanpa ada aktivitas pesta miras sebagaimana yang diberitakan. Informasi tersebut tidak benar dan dapat dikategorikan sebagai hoaks,” tegasnya.

Baca juga : BPJN Maluku Bantah Keras Tudingan Pesta Miras di Ruang Kerja Kepala Balai

PAMALI juga menilai tudingan tersebut tidak masuk akal karena turut menyeret nama Kepala BPJN Maluku, Yana Astuti, yang dikenal sebagai sosok disiplin dan religius, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

“Beliau dikenal memiliki integritas yang baik dan tidak melakukan hal-hal seperti yang dituduhkan,” ujar Panji.

Lebih lanjut, PAMALI mengingatkan sejumlah media agar mengedepankan kode etik jurnalistik dengan lebih cermat dalam menyerap, memverifikasi, dan mempublikasikan informasi. Menurutnya, pemberitaan yang tidak tervalidasi berpotensi mencoreng nama baik institusi negara maupun individu, serta dapat menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.

Selain itu, PAMALI juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarluaskan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya.

“Di era digital saat ini, setiap pihak harus lebih sigap dan kritis dalam mengelola informasi agar tidak terjebak pada isu-isu yang belum tentu benar,” tutupnya.

Editor : EB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *