SPIONNEWS, Batauga – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melakukan rapat koordinasi dengan camat se-kabupaten bersama dengan Kepala Kementerian Agama dan juga kepala KUA se-kabupaten Buton Selatan.
Rapat koordinasi tersebut membahas beberapa agenda kegiatan yang akan diikuti oleh pemerintah daerah Kabupaten Buton Selatan yaitu kegiatan MTQ Kabupaten Buton Selatan dan persiapan pembentukan panitia pelaksana kegiatan Idul Adha yang akan dilaksanakan di Kecamatan Batauga.
Menurut Asisten 1 Sekda, Kaimuddin menjelaskan, Alhamdulillah rapat bersama tadi kami bersama dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Selatan bersama dengan para Camat dan para KUA untuk bisa merencanakan dua program kegiatan diantaranya kegiatan pembentukan panitia penyelenggara Idul Adha Kabupaten Buton Selatan dan persiapan bagi kegiatan MTQ di tingkat provinsi nantinya.
“Dalam pembahasan rapat koordinasi tersebut bersama dengan Kabag. Kesra Buton Selatan, terkait dengan efisiensi anggaran yang membuat kegiatan dan peserta yang akan dikirim hanya 8 orang dan hasil rapatnya akan kami ajukan kembali dengan maksimal peserta 25 orang yang pernah ikut pada kegiatan MTQ tahun kemarin dan kami juga bersepakat untuk bisa berkolaborasi sehingga kekurangan anggaran tersebut bisa kami dapat Baznas Buton Selatan” ungkapnya, di Aula Kantor Bupati, Selasa, 21/4/2026.
Kata Asisten 1 Setda, beberapa usulan dari camat Lapandewa, camat Kadatua dan camat Siompu menjadi semangat kita semua untuk bisa menyelenggarakan kegiatan keagamaan dengan penuh hikmah walaupun anggaran terbatas.
Ia menuturkan, semangat untuk terus meningkatkan kegiatan-kegiatan keagamaan menjadi salah satu peran penting pemerintah daerah berkolaborasi dengan para pejabat dan juga masyarakat agar kegiatan keagamaan tidak hanya sekedar momen silaturahmi melainkan untuk meningkatkan kualitas diri kita dalam beragama.
Kata Kaimuddin, untuk kegiatan persiapan Idul Adha telah kami Tentukan siapa penceramah dan para perangkat yang akan ikut dalam penyelenggaraan lembaga tersebut dan akan Kami lanjutkan ke pimpinan yang lebih tinggi.
Ketika dikonfirmasi Kapala Kantor Kementerian Agama Buton Selatan H. Khalifah menjelaskan, jadi untuk Idul Adha kita akan mendengarkan keputusan pemerintah walaupun di kalender sudah ada estimasi, tapi akan tetapi tak menunggu sidang isbat, akan dilakukan riaktul hilal, atau biasa yang dikenal sebagai teropong bulan pada tanggal 1 Dzulhijjah, dan setelah Nantinya di tahu apakah hari itu atau keesokannya baru akan dihitung 10 hari ke depan.
“Saat ini belum ada yang mau apa Siapa saja masyarakat yang akan berkorban Namun kami akan menunggu laporan, dan data-data dari desa dan Kecamatan, sampai tiga hari setelah Idul Adha, karena pemotongan hewan korban itu dilaksanakan 3 hari sejak Idul Adha hingga hari ke depan” ungkapnya.
Ia menambahkan, berharap kepada masyarakat ketika ingin berkorban hewan kurbannya harus terlihat bersih dan sehat, karena bukan hanya tuntutan Islamnya melainkan daging hewan tersebut akan dikonsumsi kepada masyarakat, sehingga diantisipasi agak tidak sampai sakit perut atau saat dikonsumsi. (**) Editor : Harry

