SPIONNEWS, Batauga – Salah satu aset budaya yang ada di Kabupaten Buton Selatan khususnya di Kelurahan Bandar Batauga, yaitu kebiasaan awal musim saat melakukan Budidaya Rumput Laut (agar-agar), Di mana para petani agar-agar akan melakukan ritual adat Kapelanto dan Haroa bersama berdo’a kepada Allah SWT agar hasil agar-agar di tahun ini bisa lebih banyak dan lebih baik dari tahun kemarin.
Kegiatan ritual ini diawali oleh tokoh adat dengan menurunkan perahu kecil yang telah dihiasi dengan bendera warna-warni yang melambangkan simbol penghormatan kepada alam terutama alam laut , dengan muatan dalam kapal kecil yang dibuat dari spon tersebut dengan telur yang berada di atas kapal tersebut melambangkan bahwa masyarakat adat yang saat ini masih ada di lingkungan kalangana.

Setelah melakukan ritual adat di pinggir laut mulai dari matahari terbit disusul dengan duduk bersama dalam Galampa kecil, berdoa bersama kepada yang maha kuasa sehingga hasil agar-agar yang akan dilaksanakan pada tahun ini bisa berjalan dengan baik dan memiliki hasil yang berlimpah.
Ketika dikonfirmasi salah satu Tokoh Masyarakat Kelurahan Bandar Batauga yang juga Kepala Lingkungan Kalangana, La Ode Hayun menjelaskan, Alhamdulillah hari ini pemerintah kelurahan bersama dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat yang ada di lingkungan kalangana melaksanakan ritual adat untuk masyarakat yang akan melakukan kegiatan budidaya rumput laut. "Kegiatan ini menjadi rutinitas tahunan sebelum para warga kami yang ada di Bandar Batauga, akan menurunkan agar-agar sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat yang ada di Kelurahan ini" Ungkapnya, Selasa, 28/4/2026.
Pada kesempatan yang sama Lurah Bandar Batauga, La Ode Halilu Muminin, S.H. menjelaskan bahwa budidaya rumput laut yang ada di Kelurahan Bandar Batauga menjadi salah satu aktivitas masyarakat yang diselenggarakan ketika musim barat berakhir, di mana kwalitas air laut yang ada pada jalur pesisir Kelurahan Bandar Batauga bisa menghasilkan agar-agar dengan kualitas terbaik. Baik pesisir pantai yg berada di Lingkungan Batauga Utara, Batauga Selatan, dan Lingkungan Kalangana.
"Untuk harga agar-agar terakhir masyarakat kami menjual dengan Harga Perkilo Agar - agar mencapai Rp. 22.000/kg tahun 2025 kemarin. Dan untuk bibit yang diambil biasanya dari daerah Kabupaten Buton Tengah" Ujarnya.
Menurut Lurah Bandar Batauga, potensi rumput laut diwilayahnya sangat tinggi, pendapatan ekonomi masyarakat yang ada di wilayah ini meningkat, ketika sudah memasuki musim Timur. selalu menjadi mata pencaharian utama dalam meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal. Disisi lain ini menjadi peluang bagi masyarakat yang tidak membudidayakan agar-agar yang nantinya membantu para petani agar-agar dalam melakukan aktivitas mengikat agar-agar sebelum di turunkan di laut. Sehingga dapat membuka lapangan kerja baru.
"Dalam kegiatan aktivitas mengikat agar-agar biasanya memerlukan tambahan anggota selain dari pemilik rakit agar-agar, sehingga aspek ekonomi yang ada di daerah ini bisa bergerak cepat, di pagi hari penjual Kue biasanya habis laku terjual dibeli olah pemilik Rakit agar-agar, sedangkan produk tambahan yang digunakan dalam aktivitas ekonomi itu, pun habis terjual" Tegasnya.
Menurut Halilu, disisi lain, masyarakat yang sudah tua pun bisa ikut dalam aktivitas ekonomi, sehingga pada musim ikat Agar-agar, angka Pengangguran di Bandar Batauga, terbilang turun.
"Kami selaku Pemerintah Kelurahan Bandar Batauga mendukung kegiatan masyarakat dalam bentuk apapun sehingga kemandirian dan pelaksanaan kegiatan ekonomi yang ada di Kelurahan ini menjadi salah satu potensi besar untuk daerah Kabupaten Buton Selatan bila di buat regulasi yang tepat dan hasil yang bisa dimaksimalkan oleh pemerintah daerah" Tegasnya. (Ha)
Editor : Harry

