SPIONNEWS.ID, MALANG – Komitmen dalam mendorong kesadaran dan partisipasi mahasiswa terhadap isu lingkungan terus ditunjukkan oleh UKM BHUMI Universitas Negeri Malang melalui kegiatan Green Insight yang digelar pada Rabu (06/05/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Bidang Edukasi, Riset, dan Pengabdian ini menjadi ruang diskusi bagi anggota untuk menyampaikan gagasan, pandangan, serta solusi terhadap berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di lingkungan kampus.
Mengusung semangat “Dari Anggota untuk Lingkungan”, Green Insight hadir sebagai wadah kolaboratif yang mempertemukan pengurus dan anggota UKM BHUMI dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD). Melalui metode diskusi kelompok, peserta diajak mengidentifikasi berbagai isu lingkungan yang relevan, menganalisis penyebab permasalahan, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan untuk mendukung terwujudnya kampus yang lebih berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi. Setiap kelompok secara aktif bertukar ide dan pengalaman terkait kondisi lingkungan di Universitas Negeri Malang. Hasil pembahasan kemudian dipresentasikan di hadapan seluruh peserta untuk memperoleh masukan dan memperkaya perspektif dalam mencari solusi yang tepat.
Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa Green Insight tidak hanya bertujuan menghimpun aspirasi anggota, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang mendorong lahirnya budaya diskusi kritis mengenai isu keberlanjutan di lingkungan kampus. Selain itu, hasil diskusi yang diperoleh akan dikemas dalam bentuk konten visual edukatif dan disebarluaskan melalui media sosial agar dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.Pada Green Insight 2026, terdapat dua isu utama yang menjadi fokus pembahasan. Topik pertama mengangkat tema energi bersih dan terjangkau, khususnya terkait penggunaan listrik di ruang perkuliahan. Peserta menyoroti masih sering ditemukannya lampu dan pendingin ruangan (AC) yang tetap menyala meskipun aktivitas perkuliahan telah berakhir dan ruangan dalam kondisi kosong. Fenomena tersebut dinilai sebagai bentuk pemborosan energi yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dalam diskusi tersebut, peserta mengidentifikasi berbagai faktor penyebab, mulai dari kurangnya kesadaran individu hingga belum optimalnya sistem pengelolaan energi di lingkungan kampus. Berbagai solusi pun muncul, seperti peningkatan kampanye hemat energi, pemasangan pengingat di setiap ruang kelas, hingga pengembangan sistem monitoring penggunaan listrik yang lebih efektif.
Sementara itu, topik kedua membahas konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, dengan fokus pada tingginya penggunaan minuman kemasan sekali pakai di lingkungan kampus. Meski kampanye penggunaan tumbler telah dilakukan, kebiasaan membeli minuman dalam kemasan plastik masih cukup tinggi di kalangan mahasiswa.
Peserta menilai faktor kenyamanan, kebiasaan, ketersediaan produk, dan harga menjadi alasan utama masih tingginya penggunaan plastik sekali pakai. Sebagai solusi, peserta mengusulkan penguatan edukasi lingkungan, penyediaan fasilitas pendukung penggunaan tumbler, serta pengurangan penggunaan produk berbahan plastik di berbagai kegiatan kampus.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Partisipasi aktif para anggota menunjukkan tingginya kepedulian terhadap isu keberlanjutan dan lingkungan hidup. Seluruh hasil diskusi kemudian dirangkum menjadi rekomendasi yang sistematis untuk selanjutnya dipublikasikan melalui media sosial sebagai sarana edukasi lingkungan.
Melalui Green Insight, UKM BHUMI Universitas Negeri Malang berharap dapat terus menjadi ruang lahirnya ide-ide inovatif dan solusi nyata dalam menjawab tantangan lingkungan. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa perubahan menuju kampus yang hijau dan berkelanjutan dapat dimulai dari diskusi sederhana yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen mahasiswa. Dengan kolaborasi dan konsistensi, lingkungan kampus yang lebih peduli, nyaman, dan berkelanjutan bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan yang dapat diwujudkan bersama.
Kontributor : La Nare

