“12 Tahun Perjalanan Kabupaten Buton Selatan, Bupati Adios: Kemajuan, Sinergi Masyarakat Kunci Keberhasilan”
SPIONNEWS, BATAUGA – Memasuki usia ke-12 tahun, Kabupaten Buton Selatan telah mencatat berbagai capaian pembangunan berkat kerja sama yang erat antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios saat dikonfirmasi usai peringatan Hari Jadi ke-12, Kamis (23/7/2026).
“Alhamdulillah, kerja keras kita bersama dengan masyarakat berjalan dengan baik. Banyak hal yang telah kita wujudkan, mulai dari pembangunan fisik hingga peningkatan ekonomi rakyat,” ujar Bupati Adios.
Salah satu capaian fisik yang disorot adalah pembangunan Kantor Bupati yang kini terus berjalan, serta pembangunan jalan penghubung yang sangat dinantikan warga.
“Jalan yang menghubungkan Burangasi dan Wabula, batas antara Kabupaten Buton dan Kabupaten Buton Selatan sepanjang kurang lebih 3 kilometer telah dikerjakan. Demikian juga jalan-jalan di Kecamatan Siompu semuanya telah berjalan dengan baik,” jelasnya.
Bupati Adios menjelaskan, awalnya anggaran hanya diarahkan untuk ruas jalan Burangasi ke Wabula. Namun berkat komunikasi dan dorongan yang kuat, pemerintah berhasil mengupayakan agar pembangunan jalan di Siompu juga mendapatkan dukungan yang sama. “Alhamdulillah, berkat usaha bersama anggaran tersebut dari APBN bisa turun untuk keduanya sekaligus,” tambahnya.
Selain pembangunan infrastruktur, kemajuan juga terlihat di sektor pertanian. Bupati menyampaikan rasa syukurnya melihat antusiasme dan hasil kerja keras para petani di berbagai wilayah.
“Kemarin saya meninjau langsung ke Kecamatan Sampolawa, tepatnya di Desa Wawoangi. Masyarakat petani di sana sangat mengharapkan kedatangan saya untuk melihat lebih dekat hasil pertanian mereka. Dan benar saja, sepanjang mata memandang semuanya adalah kebun pisang. Ketika saya tanyakan hasilnya dibawa ke mana, ternyata sudah banyak pedagang lokal yang mengambil langsung dari lokasi,” ungkapnya, 23/7/2026. Rujab beberapa waktu lalu.
Bupati juga menyoroti hasil panen padi ladang yang sempat dipanen sebelumnya, yang mencapai hampir 30 ton. Saat ini masyarakat di desa tersebut telah mulai menanam kacang. “Itu merupakan semangat luar biasa dari masyarakat kita yang harus dukung dan dorong bersama. Apabila ada keluhan atau kendala, bisa langsung disampaikan kepada saya agar kita cari jalan terbaiknya,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar segala kendala yang ditemukan di lapangan segera disampaikan, terutama setelah pelantikan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru saja dilaksanakan. “Saya menghendaki, dalam setiap pertemuan apa saja, kendala yang ditemukan dapat diberitahu kepada kita. Apalagi setelah pelantikan kemarin, kita sudah kembalikan kepada disiplin ilmu masing-masing pejabat untuk bekerja secara profesional,” katanya.
Terkait pengelolaan keuangan dan penataan birokrasi, Bupati Adios mengakui adanya permasalahan yang terjadi pada tahun anggaran 2025. “Terkait banyaknya sisa lebih perhitungan anggaran atau SILPA di tahun 2025, saat itu belum berada pada posisi kabinet kepemimpinan saya. Sekarang ini kami mulai menekan dan mengembalikan semuanya pada jalur disiplin ilmu masing-masing, sehingga Kepala OPD baru bisa berinovasi dalam mengembangkan daerah” jelasnya.
Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan BKN Pusat untuk membenahi sistem kepegawaian agar tidak terulur kesalahan klasifikasi yang terjadi sebelumnya. “Kami selalu meminta petunjuk kepada BKN Pusat agar tidak terjadi lagi hal yang membuat data ASN dan golongan mereka terblokir seperti kemarin. Padahal untuk memperbaikinya saja butuh waktu satu tahun agar mereka bisa bekerja kembali dengan baik,” pungkas Bupati Adios. (Ha)
Editor : Harry

