“MERIAHNYA MALAM KETIGA PERINGATAN HUT RI KE-81: LOMBA TARI BADENDANG HIASI LAPANGAN LAKARADA, BUDAYA, EKONOMI RAKYAT DAN KECERIAAN ANAK MENYATU DALAM KESEJAHTERAAN”
SPIONNEWS, BATAUGA – Suasana meriah, hangat, dan penuh semangat menyelimuti peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Buton Selatan. Di malam ketiga rangkaian perayaan kemerdekaan, pusat perhatian tertuju pada kegiatan lomba budaya unggulan, yakni Lomba Tari Badendang yang digelar secara megah di Lapangan Lakarada, Kecamatan Batauga, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini menjadi puncak hiburan sekaligus sarana pelestarian kekayaan seni daerah dalam semangat kemerdekaan.
Pesta rakyat yang digelar Pemerintah Kabupaten Buton Selatan ini tidak hanya menjadi ajang seni dan hiburan semata, melainkan juga menjadi pendorong utama roda ekonomi masyarakat lokal. Di sepanjang area lokasi, tersedia stan-stan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat yang antusias menyajikan beragam menu makanan khas, kuliner lezat, serta aneka minuman segar yang diserbu warga. Keceriaan acara juga dirasakan oleh kalangan anak-anak, di mana panitia menyediakan wahana permainan odong-odong yang menghiasi suasana malam di Batauga menjadi lebih hidup dan menyenangkan bagi si kecil.
Kehadiran tokoh utama pembinaan masyarakat di daerah ini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Buton Selatan, Hj. Siti Norma Adios, menjadi sorotan sekaligus penyemangat bagi seluruh peserta dan warga yang hadir. Beliau hadir secara khusus menyaksikan dari awal hingga berakhirnya lomba Tari Badendang yang diselenggarakan langsung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan.
Dalam hadirnya, Hj. Siti Norma Adios didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Buton Selatan, Staf Ahli Bupati, sejumlah Kepala Dinas dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur pimpinan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya daerah.
Lomba Tari Badendang ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Untuk menjamin objektivitas, kualitas, dan keadilan penilaian yang tinggi, panitia seleksi telah menghadirkan tim juri yang berkompeten dan profesional, berjumlah empat orang yang memiliki latar belakang keahlian di bidang kebudayaan, yang juga melibatkan tokoh masyarakat dan penggiat seni budaya setempat yang dihormati.
Suasana di lapangan terasa sangat harmonis dan menyentuh hati. Ratusan warga yang hadir memadati lokasi acara, menyatu dalam kehangatan persaudaraan yang erat antara masyarakat umum dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tampil sebagai peserta Tari Badendang di panggung. Tidak ada sekat, semua merayakan kebersamaan sebagai satu keluarga besar Buton Selatan.
Saat ditemui usai menyaksikan penampilan demi penampilan, Hj. Siti Norma Adios menyampaikan apresiasi yang sangat mendalam dan pujian yang setinggi-tingginya. Beliau terkesan dengan semangat luar biasa, kedisiplinan, dan kreativitas yang ditunjukkan para peserta.
“Saya sangat bangga dan senang melihat Tari Badendang yang merupakan kekayaan budaya asli dan warisan leluhur Kabupaten Buton Selatan ini tetap hidup, terjaga, dan justru semakin berkembang. Yang paling membahagiakan, para peserta tidak hanya menampilkan yang tradisional, tetapi juga berani menyajikan inovasi-inovasi baru yang segar tanpa menghilangkan jati dirinya,” ujar Hj. Siti Norma Adios dengan penuh rasa bangga.
Kegiatan malam ini membuktikan bahwa peringatan kemerdekaan di Buton Selatan dirayakan tidak hanya dengan kemeriahan pesta, melainkan juga menjadi sarana memperkuat jati diri bangsa, melestarikan budaya asli, menghidupkan ekonomi rakyat, serta mempererat persaudaraan yang kokoh antara pemerintah dan masyarakat. (Ha)
Editor : Harry


