SPIONNEWS.ID, Sultra - Politik sering kali dipahami sebagai jalan menuju kekuasaan. Jabatan, posisi, dan kemenangan dalam kontestasi politik menjadi ukuran keberhasilan. Namun, politik seharusnya tidak berhenti pada soal siapa yang mendapatkan kekuasaan. Politik yang sesungguhnya adalah tentang bagaimana kekuasaan digunakan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Di sinilah pentingnya politik kehadiran. Politik kehadiran adalah politik yang tidak hanya muncul ketika masyarakat membutuhkan suara, tetapi hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi. Seorang politisi tidak cukup hanya mendengar aspirasi, tetapi harus mampu memperjuangkannya dan memastikan ada tindakan nyata.
Dalam konteks PKB, politik kehadiran dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Rakyat tidak hanya membutuhkan wakil yang pandai berbicara, tetapi membutuhkan wakil yang mau turun langsung, mendengar persoalan, membuka akses, dan memperjuangkan kepentingan mereka.
Konsep pengabdian yang dijalankan Jaelani atau Bang Jay dapat dilihat dalam kerangka tersebut. Sebagai Anggota DPR RI, Bang Jay telah lama membangun praktik politik kehadiran di Sulawesi Tenggara. Kehadirannya tidak hanya dimaknai sebagai keberadaan dalam ruang parlemen, tetapi juga sebagai upaya menjaga hubungan dengan masyarakat dan membawa persoalan daerah ke dalam ruang perjuangan politik nasional.
Politik kehadiran Bang Jay dapat dilihat dari prinsip sederhana: hadir, mendengar, memperjuangkan, dan memberi manfaat.
Hadir berarti membangun kedekatan dengan masyarakat. Mendengar berarti memahami kebutuhan dan persoalan yang mereka hadapi. Memperjuangkan berarti membawa aspirasi tersebut ke ruang kebijakan dan kelembagaan. Sedangkan memberi manfaat berarti memastikan perjuangan politik memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat.
Pengabdian semacam ini menunjukkan bahwa jabatan politik bukanlah tujuan akhir. Jabatan merupakan amanah sekaligus instrumen untuk memperluas ruang pengabdian.
Masyarakat Sulawesi Tenggara memiliki karakter dan kebutuhan yang beragam. Persoalan pendidikan, ekonomi, pertanian, perikanan, infrastruktur, UMKM, hingga akses terhadap program pembangunan membutuhkan perhatian dan perjuangan yang berkelanjutan. Karena itu, kehadiran wakil rakyat tidak cukup hanya terlihat pada momentum politik, tetapi harus dirasakan dalam proses pembangunan.
Di sinilah makna politik kehadiran menjadi penting. Hadir bukan hanya ketika membutuhkan dukungan, tetapi tetap hadir setelah mendapatkan mandat.
Bang Jay, melalui posisinya sebagai Anggota DPR RI, memiliki ruang strategis untuk menghubungkan aspirasi masyarakat Sulawesi Tenggara dengan kebijakan dan program pembangunan di tingkat nasional. Ruang tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab untuk memastikan kepentingan masyarakat daerah mendapatkan perhatian dalam agenda pembangunan.
Politik kehadiran pada akhirnya bukan sekadar tentang seberapa sering seorang politisi datang ke masyarakat. Lebih dari itu, politik kehadiran berbicara tentang seberapa konsisten seorang wakil rakyat mendengar, memperjuangkan, dan mengawal kepentingan masyarakat.
Karena itu, PKB memiliki peluang untuk terus memperkuat paradigma politik yang berorientasi pada pengabdian. Politik yang dekat dengan rakyat, bekerja bersama rakyat, dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari proses pembangunan.
Konsep pengabdian Bang Jay menjadi refleksi bahwa politik dapat dimaknai secara lebih luas. Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tetapi ruang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dan menghadirkan manfaat bagi daerah.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang politisi bukan hanya seberapa tinggi posisi yang berhasil diraih, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Dari kekuasaan menuju pengabdian. Dari janji menuju kerja nyata. Dari sekadar hadir menjadi benar-benar memberi arti bagi Sulawesi Tenggara.
Penulis : La Nare

