SYAMSUL, Gagasan Kegiatan Budaya Tapak Tilas Haluoleo Bersama Jokowi

“GAGASAN TAPAK TILAS HALUOLEO, MENGHIDUPKAN KEMBALI SEMANGAT SEJARAH UNTUK GENERASI MUDA SULTRAS”

SPIONNEWS, SULAWESI TENGGARA, 2 Oktober 2026 — Jejak sejarah Haluoleo kembali mendapat perhatian. Gagasan untuk menggelar tapak tilas sejarah Haluoleo di Sulawesi Tenggara didorong sebagai salah satu upaya mengenalkan sejarah, budaya, dan nilai-nilai kepemimpinan kepada generasi muda.

Konsep tersebut tidak diarahkan sekadar sebagai perjalanan mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Lebih jauh, tapak tilas diharapkan menjadi ruang edukasi untuk mengenalkan kembali akar sejarah Sulawesi Tenggara sekaligus membangun kebanggaan generasi muda terhadap daerahnya.Tokoh muda Sulawesi Tenggara, Syamsul, mengatakan bahwa Haluoleo memiliki nilai historis dan simbolik yang penting untuk terus diperkenalkan kepada generasi penerus.

“Haluoleo adalah bagian penting dari perjalanan sejarah dan identitas Sulawesi Tenggara. Tapak tilas ini bukan sekadar berkunjung ke tempat bersejarah, tetapi menjadi momentum untuk kembali menyadari siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana arah langkah kita ke depan,” jelasnya.

Menurut Syamsul, generasi muda tidak cukup hanya memahami sejarah sebagai cerita masa lalu. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu diterjemahkan menjadi semangat untuk berkarya dan membangun daerah.

“Generasi muda kita harus sadar bahwa sejarah adalah amanah. Kita harus menjaga persatuan, melestarikan budaya, menguasai ilmu pengetahuan, dan berani mengambil peran dalam pembangunan daerah. Kita tidak boleh menjadi penonton di tanah sendiri. Kita harus menjadi pelaku, perintis, dan pewaris yang membawa Sulawesi Tenggara menuju masa depan,” ujarnya.

Menghidupkan Nilai Haluoleo, kata Syamsul menilai terdapat sejumlah nilai yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dari sejarah Haluoleo, antara lain keberanian, keteguhan, persatuan, kecintaan terhadap daerah, serta semangat membangun kehidupan masyarakat.Pertama, keberanian dan keteguhan. Generasi muda dituntut memiliki keberanian untuk menghadapi tantangan zaman sekaligus tetap menjaga kehormatan dan jati diri daerah.Kedua, persatuan di tengah keberagaman. Sulawesi Tenggara memiliki masyarakat dengan latar belakang budaya dan wilayah yang beragam.

Perbedaan tersebut, menurutnya, harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah secara bersama-sama.Ketiga, kemandirian dan karya nyata. Generasi muda Sulawesi Tenggara harus mampu memanfaatkan pendidikan, teknologi, kewirausahaan, dan potensi sumber daya daerah untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

pada kesempatan itu, nantinya kami akan berupaya berkomunikasi lintas Tokoh, Mantan Presiden RI ke 7 Joko Widodo, Untuk bisa hadir dalam kegiatan tapak tilas nantinya.

“Kita bangga menjadi putra-putri Sulawesi Tenggara. Tetapi kebanggaan itu harus dibuktikan dengan karya nyata. Mari kita mengambil semangat dari sejarah Haluoleo dan meneruskannya dalam bentuk perjuangan generasi hari ini: membangun daerah yang maju, damai, mandiri, dan bermartabat,” pungkas Syamsul. (Ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *