Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Undana Latih Pemetaan Daerah Penangkapan Ikan dan Penyusunan Kalender Musim Penangkapan Ikan Bagi Nelayan di Desa Sakubatun.

SPIONNEWS.ID, ROTE NDAO – Pengetahuan dan pengalaman lokal nelayan mengenai lokasi serta musim penangkapan ikan menjadi modal penting dalam mendukung pengelolaan sumber daya perikanan tangkap secara lebih terencana.23/08/2026.

Pengetahuan tersebut kemudian dikembangkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Universitas Nusa Cendana (Undana) di Desa Sakubatun, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Nelayan melalui Pelatihan Teknik Pemetaan Daerah Penangkapan Ikan dan Penyusunan Kalender Musim Penangkapan Ikan di Desa Sakubatun Kabupaten Rote Ndao” itu dilaksanakan pada 22 Agustus 2026 di Ruang Pertemuan Kantor Desa Sakubatun.

Kegiatan diketuai Dr. Ismawan Tallo, S.Pi., M.Si., dan melibatkan tim dosen serta mahasiswa Undana dengan peserta utama para nelayan Desa Sakubatun.

Kegiatan dibuka oleh Pj. Kepala Desa Sakubatun, Thomy Th. Messakh. Dalam sambutannya, Thomy menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para nelayan.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan.

Thomy juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Nusa Cendana yang telah memilih Desa Sakubatun sebagai lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta kepada para dosen dan mahasiswa yang telah berbagi pengetahuan dengan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat dan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan tersebut. Ke depan, ia berharap Desa Sakubatun dapat kembali menjadi lokasi berbagai kegiatan akademik, seperti penelitian, praktik kerja lapangan mahasiswa maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pengetahuan Nelayan Menjadi Dasar Pemetaan

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Dr. Ismawan Tallo, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menggunakan pendekatan partisipatif dengan menempatkan pengetahuan dan pengalaman nelayan sebagai salah satu sumber informasi utama.

Para nelayan yang selama bertahun-tahun melakukan aktivitas penangkapan ikan memiliki pengetahuan mengenai karakteristik wilayah perairan, lokasi penangkapan serta kecenderungan musim keberadaan ikan.

“Pengetahuan dan pengalaman para nelayan diakomodir, kemudian disusun dan dibentuk menjadi peta daerah penangkapan ikan serta kalender musim penangkapan ikan,” jelas Ismawan.

Menurutnya, peta dan kalender musim tersebut dapat menjadi informasi pendukung bagi nelayan dalam merencanakan kegiatan penangkapan ikan.

Informasi mengenai lokasi yang biasa menjadi daerah penangkapan serta kecenderungan musim keberadaan ikan dapat membantu nelayan menentukan waktu dan lokasi operasi penangkapan secara lebih terencana.

Dengan perencanaan yang lebih baik, nelayan diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan penangkapan, termasuk dalam penggunaan waktu, tenaga dan biaya operasional.

Meski demikian, keberhasilan kegiatan penangkapan ikan tetap dipengaruhi berbagai faktor, seperti kondisi cuaca, dinamika sumber daya ikan dan kondisi perairan.

Peta dan Kalender Musim Dukung Efisiensi Usaha Nelayan

Dalam usaha perikanan tangkap skala kecil, informasi mengenai di mana dan kapan ikan berpotensi ditemukan menjadi salah satu bagian penting dalam perencanaan kegiatan melaut.

Peta daerah penangkapan ikan yang disusun berdasarkan pengalaman nelayan dapat membantu mendokumentasikan lokasi-lokasi penangkapan yang selama ini diketahui dan dimanfaatkan masyarakat.

Sementara itu, kalender musim penangkapan ikan memberikan gambaran mengenai kecenderungan waktu atau periode tertentu yang berkaitan dengan aktivitas penangkapan berbagai jenis ikan.

Kedua informasi tersebut dapat digunakan secara bersama-sama sebagai bahan pertimbangan sebelum nelayan melakukan operasi penangkapan. Nelayan dapat menentukan lokasi dan waktu yang dianggap sesuai berdasarkan pengalaman sebelumnya, kemudian menyesuaikannya dengan kondisi aktual di lapangan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mengurangi aktivitas penangkapan yang kurang efektif sekaligus membantu nelayan menggunakan sumber daya yang dimiliki secara lebih efisien.

Efisiensi waktu dan biaya operasional tersebut pada akhirnya berpotensi memberikan dampak terhadap pendapatan usaha, terutama apabila hasil tangkapan meningkat atau biaya operasional dapat ditekan.

Nelayan Dorong Peningkatan Nilai Tambah Hasil Tangkapan

Diskusi dalam kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa kebutuhan nelayan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana memperoleh hasil tangkapan, tetapi juga bagaimana meningkatkan nilai ekonomi dari ikan yang telah diperoleh.

Para nelayan mengharapkan adanya upaya lanjutan untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan melalui pengolahan dan pengembangan produk perikanan.

Hal ini dinilai penting karena peningkatan pendapatan keluarga nelayan tidak semata-mata bergantung pada jumlah ikan yang berhasil ditangkap, tetapi juga pada kemampuan mengelola hasil tangkapan agar memiliki nilai jual yang lebih baik.

Ikan hasil tangkapan yang selama ini dijual dalam bentuk segar dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan apabila didukung pengetahuan, teknologi pengolahan, penanganan hasil, pengemasan, standar mutu serta akses pasar yang memadai.

Dengan demikian, peningkatan kapasitas nelayan dapat dikembangkan melalui dua sisi yang saling berkaitan.

Pertama, meningkatkan efisiensi dan efektivitas kegiatan penangkapan melalui pemanfaatan informasi mengenai lokasi dan musim penangkapan.

Kedua, meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan melalui penanganan pascapanen dan pengolahan produk perikanan.

Jika kedua aspek tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan, manfaat kegiatan perikanan tangkap diharapkan tidak hanya berhenti pada peningkatan produksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kesejahteraan keluarga nelayan.

Melengkapi Informasi Peta Digital

Ismawan menjelaskan, saat ini telah tersedia peta digital prakiraan daerah penangkapan ikan yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi bagi nelayan.

Namun, informasi tersebut umumnya memiliki cakupan wilayah yang lebih luas sehingga belum selalu cukup spesifik untuk wilayah perairan dengan cakupan terbatas, terutama bagi nelayan skala kecil.

Selain itu, peta digital prakiraan daerah penangkapan ikan umumnya memanfaatkan sejumlah variabel oseanografi, seperti suhu permukaan laut dan kandungan klorofil pada periode tertentu.

Variabel tersebut bersifat dinamis sehingga informasi yang dihasilkan perlu dipahami sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam perencanaan kegiatan penangkapan.

Dalam konteks tersebut, peta yang disusun bersama masyarakat memiliki keunggulan karena memuat informasi lokal yang berasal dari pengalaman nelayan.

Para nelayan telah lama melakukan aktivitas penangkapan dan memiliki pengetahuan mengenai karakteristik wilayah perairan yang menjadi lokasi penangkapan mereka.

Karena itu, peta partisipatif yang dihasilkan tidak dimaksudkan untuk menggantikan informasi ilmiah maupun peta digital, tetapi menjadi informasi pelengkap yang lebih kontekstual dengan kondisi wilayah penangkapan nelayan setempat.

Dari Pengetahuan Lokal Menuju Perikanan Berkelanjutan

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sakubatun tersebut mempertemukan pengetahuan akademik dengan pengalaman masyarakat nelayan.

Melalui pendekatan partisipatif, nelayan tidak hanya ditempatkan sebagai penerima informasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses menghasilkan informasi mengenai wilayah dan musim penangkapan ikan.

Peta daerah penangkapan ikan dan kalender musim penangkapan ikan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dokumentasi pengetahuan lokal yang bermanfaat bagi nelayan dalam merencanakan kegiatan penangkapan.

Di sisi lain, informasi tersebut juga dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah desa maupun instansi terkait dalam memahami aktivitas perikanan tangkap masyarakat serta merumuskan upaya pengelolaan sumber daya perikanan di wilayah Desa Sakubatun.

Ke depan, kebutuhan nelayan terhadap peningkatan nilai tambah hasil tangkapan juga dapat menjadi salah satu agenda kolaborasi lanjutan antara masyarakat, pemerintah desa dan perguruan tinggi.

Pengembangan teknologi pengolahan, penanganan pascapanen, diversifikasi produk dan akses pasar dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat rantai nilai perikanan di tingkat masyarakat.

Dengan demikian, penguatan kapasitas nelayan tidak hanya diarahkan pada pertanyaan “di mana dan kapan menangkap ikan”, tetapi juga pada pertanyaan yang tidak kalah penting, yakni “bagaimana hasil tangkapan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga nelayan.”

Melalui penguatan pengetahuan lokal, dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kolaborasi yang berkelanjutan, potensi perikanan Desa Sakubatun diharapkan dapat dikelola secara lebih terencana sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Penulis : Aludin Al Ayubi

Editor : Sudarmono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *